Doaa Salah, seorang presenter di Al-Nahar TV, menanyakan apakah ada pemirsa yang pernah mempertimbangkan untuk berhubungan seks sebelum menikah. Ia juga menyiratkan, perempuan bisa melakukan pernikahan singkat untuk mempunyai anak, kemudian bercerai.
Dia lalu ditahan dengan tuduhan melanggar norma-norma kesopanan.
Salah juga diperintahkan untuk membayar denda sebesar 10.000 pound Mesir atau sekitar Rp7,6 juta.
- Saya dilecehkan secara seksual pada usia 11 tahun: Gerakan #metoo
- Perjuangan perempuan Mesir yang mengubah dirinya menjadi pria Skotlandia
- Perempuan-perempuan Arab yang menolak bungkam
Pihak berwenang mengatakan bahwa perbincangan dalam program tersebut "mengancam sendi kehidupan rakyar Mesir," lapor kantor berita EFE.
Seks sebelum menikah dianggap tidak bisa diterima di Mesir yang konservatif secara sosial.
- Jurnalis investigasi Mesir 'ditahan'
- Dua wartawan al-Jazeera dibebaskan di Mesir
- Mahasiswa ateis di Mesir dihukum penjara tiga tahun
Dalam acaranya, Doaa Salah menyebutkan, perempuan bisa saja membayar seorang lelaki untuk menjadi suami dalam suatu pernikahan singkat dan bahwa donor sperma adalah metode yang biasa di negara-negara Barat tapi tidak di Mesir.
Dia kemudian diskors sebagai pembawa acara selama tiga bulan lalu dipidana.
Doaa Salah masih bisa mengajukan banding atas vonis tiga tahun penjara itu. (ita/ita)











































