Di masa-masa akhir kampanye menjelang pemilihan presiden tahun lalu, muncul kabar tak berdasar bahwa ada rekaman video tentang Trump bersama seorang pelacur di sebuah hotel di Moskow.
Tim kampanye untuk Hillary Clinton dan Komite Nasional Demokrat (DNC) dilaporkan membantu mendanai upaya-upaya tersebut.
"Korbannya adalah Presiden," cuit Trump hari Rabu.
- Dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia, penyelidik minta dokumen Gedung Putih
- Janda tentara AS: 'Pernyataan Presiden Trump membuat saya menangis'
- Donald Trump kirim cek sesudah keluarga prajurit mengungkap ia tak tepati janji
Menurut laporan media AS, Perkins Coie, sebuah firma hukum yang mewakili Tim Kampanye Clinton dan DNC, menyewa agen intelijen Fusion GPS pada bulan April 2016.
Fusion GPS, yang berbasis di Washington DC, dibayar untuk mengotori citra Trump, yang saat itu masih merupakan saingan Clinton untuk pemilihan presiden.
Perusahaan intelijen tersebut kemudian menyewa Christopher Steele, mantan mata-mata Inggris yang sebelumnya bekerja di Rusia, untuk mengelola penelitian tersebut.
Menggunakan sumber yang tidak disebutkan namanya, ia menyebut bahwa Trump telah berkolusi dengan para pejabat Rusia selama kampanye pemilihan.
Suatu berkas yang tidak dilengkapi bukti juga menyebut bahwa mata-mata Kremlin memfilmkan Trump saat bersama seorang pelacur di hotel Ritz-Carlton Moskow pada tahun 2013.
Christopher Steele, seorang mantan mata-mata Inggris, yang disebut dikontrak untuk tugas itu. (PA)Penelitian ini pada awalnya didanai oleh perusahaan konsultan Partai Republik sendiri, yang menarik diri begitu Trump ditetapkan sebagai calon presiden partai tersebut.
Tim kampanye Clinton kemudian mengambil alih, menurut laporan tersebut.
Saat berangkat ke Dallas, Texas, pada hari Rabu, Presiden Trump mengatakan kepada wartawan di halaman Gedung Putih: "Sangat menyedihkan apa yang mereka lakukan dengan berkas-berkas palsu ini."
Dia menambahkan: "Hillary Clinton selalu menyangkalnya, Demokrat selalu menyangkalnya. Saya pikir ini merupakan aib. Ini hal yang sangat menyedihkan tentang politik negeri ini."
- Lima hal tentang pertemuan putra Presiden Trump dengan pengacara Rusia
- Trump berbagi informasi rahasia dengan Rusia
- Donald Trump tidak peka dan 'tak hormat', kata ibu tentara yang tewas
Pada bulan Januari sesaat sebelum dilantik sebagai presiden, Trump menepiskan berkas-berkas tersebut sebagai "berita palsu".
Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders mencuit: "Skandal Rusia sebenarnya? Tim Kampanye Clinton membayar berkas-berkas palsu Rusia itu, lalu berbohong tentang hal itu dan menutup-nutupinya."
DNC mengatakan bahwa kepengurusan baru mereka tidak ada hubungannya dengan pembuatan berkas tersebut.
Seorang juru bicara mengatakan kepada Washington Post, media yang pertama memberitakan hal ini: "Tapi mari kita tegaskan, sedang ada penyelidikan yang serius mengenai hubungan kampanye Tim Trump dengan Rusia, dan publik Amerika pantas mengetahui apa yang terjadi."
- Pemerintahan Trump 'dusta' tentang FBI, kata James Comey
- Pelobi Rusia hadiri pertemuan dengan Trump Jr
- Menantu Trump pernah 'bahas jalur rahasia dengan Rusia'
Awal pekan ini, seorang hakim AS memberi waktu sampai hari Kamis ini kepada Fusion GPS untuk mencapai kesepakatan dengan penyelidik kongres yang mengeluarkan surat perintah pengadilan untuk memeriksa catatan bank perusahaan tersebut selama dua tahun terakhir.
Sebagian tuduhan terhadap Steele mulai beredar di Washington pada musim panas 2016 saat FBI mulai menyelidiki kemungkinan adanya hubungan antara para pembantu dekat Donald Trump dengan Kremlin.
Sejumlah tim kongres sedang menyelidiki dugaan yang sama, namun hingga saat ini belum menemukan bukti yang meyakinkan.
Beberapa pekan yang lalu tim yang dipimpin mantan Direktur FBI, Robert Mueller menanyai Christoper Steele tentang beberapa hal terkait berkas-berkas itu.
(ita/ita)










































