DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 10:10 WIB

Pengusaha Malaysia yang Diduga Terlibat Skandal 1MDB Menghilang

BBC World - detikNews
Pengusaha Malaysia yang Diduga Terlibat Skandal 1MDB Menghilang 1MDB menghadapi penyelidikan di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Swiss dan Singapura. (Reuters)
Kuala Lumpur - Pengusaha yang diduga terlibat skandal keuangan miliaran dolar di badan investasi negara Malaysia, 1MDB,LowTaekJho, tak diketahuikeberadaannya dan pemerintah Malaysia telah meminta bantuanInterpol untuk mencarinya.

"Kami yakin Interpol akan bertindak secara profesional, tapi sejauh ini polisi belum menerima informasi tentang keberadaannya," kata Ahmad Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia di parlemen, hari Senin (23/10).

"Kami sudah meminta Interpol untuk menemukannya," tambah Hamidi.

Juru bicara Low sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan.

Low sendiri belum dikenai dakwaan, namun aparat penegak hukum di Amerika Serikat berupaya menyita aset senilai US$1,7 miliar atau sekitar Rp23 triliun yang mereka katakan bersumber dari penyalahgunaan dana 1MDB.

Berdasarkan dokumen gugatan perdata di Amerika, aset tersebut antara lain berupa pesawat jet pribadi, hotel dan rumah di New York, yang diduga dibeli oleh Low.

Low dituduh menggunakan dana 1MDB untuk membeli lukisan Picasso senilai US$3,2 juta yang dihadiahkan kepada aktor Hollywood Leonardo DiCaprio.

Ia juga diduga memberi perhiasan dengan nilai total US$9 juta untuk model Australia, Miranda Kerr. Baik DiCaprio maupun Kerr telah mengembalikan hadiah tersebut kepada pihak berwenang dan berjanji bekerja sama dengan penyelidik.

Aparat penegak hukum di Amerika mengatakan mereka berupaya menyelidiki pelanggaran pidana yang terkait dengan transaksi 1MDB.

1MDB didirikan oleh Perdana Menteri Najib Razak dan saat ini menghadapi penyelidikan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika, Swiss, dan Singapura.

Dugaan penyalahgunaan dana 1MDB oleh sejumlah pejabat mencapai US$4,5 miliar, menurut gugatan di AS.

Skandal ini menyeret nama PM Razak namun dalam berbagai kesempatan ia menegaskan tidak bersalah.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed