DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 09:41 WIB

Perang Hampir Berakhir, Milisi yang Didukung Iran Harus Tinggalkan Irak

BBC World - detikNews
Perang Hampir Berakhir, Milisi yang Didukung Iran Harus Tinggalkan Irak
Riyadh - Menteri Luar Negeri Amerika SerikatRexTillerson mengatakan milisi Syiah dukungan Iran yang memerangi kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) di Irak harus pulang karena perang hampir berakhir.

Dalam kunjungan ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/10), Tillerson mengatakan semua petempur asing harus meninggalkan Irak dan memberikan kesempatan kepada rakyat negara itu untuk membangun kembali kehidupan mereka.

"Tentu saja milisi Iran yang berada di Irak, karena perang melawan ISIS hampir berakhir, mereka harus pulang," kata Tillerson dalam jumpa pers di Riyadh.

"Semua petempur asing harus pulang."

Tekan pengaruh Iran

Tillerson juga menyerukan kepada kelompok Kurdi untuk berdialog dengan pemerintah Irak untuk menyelesaikan masalah mereka.

Dikatakannya kedua pihak seharusnya tidak lupa bahwa perang melawan ISIS belum selesai sepenuhnya dan kelompok-kelompok jihad tetapi menjadi ancaman terbesar bagi Irak.

Seorang petempur Iran
Seorang petempur dari Hashed al-Shaabi, yang mendukung pasukan Irak, berusaha menendang papan berlogo ISIS. (AHMAD AL-RUBAYE/Getty Images)


Tillerson mengadakan kunjungan ke Arab Saudi dan Qatar antara lain bertujuan untuk mengendalikan pengaruh Iran di kawasan.

Kunjungan ini dilakukan menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berisi pendekatan lebih konfrontatif terhadap Iran.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya memerangi musuh yang sama dengan musuh yang diperangi oleh Iran di Irak, walaupun pemerintah Amerika menentang keberadaan milisi Iran, Hashed al-Shaabi atau Unit Mobilisasi Populer.

Unit itu utamanya terdiri dari milisi Syiah yang didukung dan didanai oleh Iran. Sebagian anggotanya dituduh melakukan tindak kejahatan terhadap penduduk sipil Sunni, termasuk penyiksaan dan pembunuhan dalam operasi sebelumnya untuk merebut kembali wilayah di Irak dari tangan ISIS.

Pekan lalu milisi Unit Mobilisasi Populer juga terlibat dalam upaya pemerintah Irak merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi sejak 2014, ketika ISIS menguasai Irak utara di tengah melemahnya pasukan negara itu.




(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed