DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 18:38 WIB

Korut Tegaskan Senjata Nuklirnya Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

BBC World - detikNews
Korut Tegaskan Senjata Nuklirnya Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi Korea Utara meningkatkan berbagai uji coba rudal mereka selama beberapa waktu terakhir. (EPA)
Pyongyang -

Seorang diplomat Korea Utara (Korut) mengatakan program senjata nuklir balistik negara tersebut tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Perempuan diplomat itu, Choe Son-hui mengatakan bahwa Amerika Serikat harus "menyiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan" sebuah Korea Utara yang memiliki kemampuan senjata nuklir.

Dia mengatakan bahwa hal itu adalah "satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian abadi di semenanjung Korea".

Sebelumnya Direktur CIA Mike Pompeo memperingatkan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, Korea Utara mungkin akan memiliki kemampuan untuk menyerang AS dengan rudal nuklir.

Korea Utara mengklaim sudah memiliki kemampuan itu.

Mike Pompeo Direktur CIA, Mike Pompeo mengatakan bahwa militer masih merupakan opsi untuk menangani krisis Korea Utara. (Getty Images)

Pompeo menekankan bahwa Washington masih memilih jalur diplomasi dan sanksi untuk mencegah pengembangan nuklir Korea Utara, namun menegaskan bahwa militer pun tetap menjadi pilihan bagi AS.

Berbicara di sebuah konferensi non-proliferasi di Moskow, diplomat Korut, Choe Son-hui mengulangi ungkapan yang sudah banyak diucapkan pejabat Korea Utara lain, bahwa senjata nuklir adalah 'masalah hidup dan mati' bagi negara itu.

Kim Jong-un Minimnya akses intelijen terhadap pemikiran pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, menyulitkan analisis akan motivasi di belakang berbagai peluncuran roket. (STR/AFP/Getty Images)

Awal tahun ini, Choe Son-hui dilaporkan mengatakan bahwa pemerintah negara itu terbuka bagi perundingan dengan AS, jika kondisinya cocok.

Namun pada hari Jumat ia mengatakan bahwa pelaksanaan "apa yang disebut resolusi sanksi PBB" itu akan dianggap oleh Korea Utara sebagai tindakan agresi dan perang.

Rudal yang dimiliki Korut
BBC

Sejak Korea Utara mempergencar uji coba rudal-rudal mereka awal tahun ini, PBB meningkatkan sanksi terhadap ekonomi terhadap mereka.

Hari Jumat lalu pemerintah Australia mengatakan telah menerima surat dari Korea Utara, yang tampaknya juga dikirim ke negara-negara lain, yang menyerukan untuk menjaga jarak dari sikap AS terkait Korea Utara.

Pada hari Kamis, Pompeo memperingatkan bahwa sekarang ini kemampuan rudal Pyongyang sudah berkembang dengan cepat sehingga sulit bagi intelijen AS untuk memastikan kapan mereka akan benar-benar berhasil membangun rudal nuklir, namun mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi segera.

Roket Hwasong 12 Roket Hwasong 12 yang beberapa waktu lalu diluncurkan di sebuah lokasi di sekitar Pyongyang, Korea Utara dan terbang melintasi Jepang. (STR/AFP/Getty Images)


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed