Heather Szilagyi terbang dari Vancouver ke London bersama anak perempuannya yang berumur delapan tahun dan tunangannya, awal bulan ini, lapor CTV.
Ia menemukan kutu busuk dan melaporkannya kepada awak kabin. Namun awak kabin mengatakan bahwa dia tidak dapat mengganti tempat duduk mereka.
- Satu keluarga 'diusir' dari penerbangan Delta di Amerika Serikat
- Kelinci raksasa mati di pesawat, United Airlines kembali jadi sorotan
- Ular batalkan penerbangan Emirates ke Dubai
Pada pagi harinya, dalam pengakuan Heater Szilagyi, dia dan putrinya terbangun dengan badan penuh bekas gigitan serangga.
British Airways kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga tersebut.
"Kami telah menghubungi pelanggan kami untuk meminta maaf dan melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata pernyataan perwakilan maskapai penerbangan itu.
"British Airways mengoperasikan lebih dari 280.000 penerbangan setiap tahun, dan laporan tentang adanya kutu busuk di pesawat, luar biasa langka."
"Meski begitu, kami menerapkan kewaspadaan dan terus memantau pesawat-pesawat kami."
Kutu busuk menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan daya tahan terhadap insektisida. (Getty Images)Heather Szilagvi mengatakan bahwa sebagai orang yang pernah bekerja di industri perhotelan, dia dengan mudah melihat sejumlah kutu busuk di kursi di depannya saat penerbangan.
Dia mengatakan bahwa dia telah memberi tahu awak kabin, namun mendapat jawaban bahwa tidak ada yang bisa dilakukan.
"Dia berkata kira-kira, 'Oh, maaf, penerbangannya penuh. Kami tidak punya tempat lain untuk memindahkan Anda'," kata Heather Szilagyi kepada CTV Vancouver.
- Memilih tetap terbang atau serahkan kursi dan dapat ganti rugi Rp135 juta?
- Maskapai Delta, United dan American larang hasil buruan
- Inggris dan AS larang laptop di kabin untuk penerbangan tertentu
Begitu mereka mendarat, kata Heather Szilagvi, ia dia dan putrinya penuh gigitan serangga. Dia menelepon layanan pelanggan untuk mengabarkan akan masalah tersebut dan meminta agar mereka ditempatkan dalam pesawat lain saat penerbangan pulang nanti.
Namun upayanya untuk menelpon layanan pelanggan gagal, sehingga dia memasang foto bekas-bekas gigitan itu di Twitter.
Perusahaan penerbangan kemudian menghubunginya untuk meminta maaf, dan menjanjikan untuk meningkatkan tempat mereka ke kelas bisnis dalam penerbangan pulang.
"Kami tidak meminta pengembalian uang. Yang kami minta hanyalah penerbangan ulang dengan pesawat yang berbeda. Kami ingin memastikan bahwa pesawatnya tidak sama dengan yang kami tumpangi dulu, dan agar pesawat yang dipenuhi kutu busuk itu dibersihkan," katanya kepada CTV.
(ita/ita)










































