Joshua Boyle berbicara pada wartawan setelah tiba di Kanada bersama dengan istrinya Caitlan Coleman dan anak-anaknya setelah ditahan selama hampir lima tahun.
Keluarga Boyle ditahan ketika melakukan perjalanan ke Afghanistan pada 2012.
Ayah Coleman mengatakan keputusan untuk berpergian ke negara yang berbahaya merupakan "tidak tepat".
Kedua orangtua pasangan ini sebelumnya telah mempertanyakan keputusan mereka berada di Afghanistan.
"Apa yang dapat saya katakan adalah membawa istri yang sedang hamil ke tempat yang sangat berbahaya bagi saya dan orang saya, tidak tepat," kata Jim Coleman kepada ABC News setelah pasangan dan anak-anaknya dibebaskan pada Rabu (11/10) lalu.
"Saya tidak membayangkan saya sendiri melakukannya. Tetapi, saya pikir itu saja yang ingin saya katakan tentang hal itu."
- Taliban kirim surat terbuka ke Presiden Donald Trump, apa isinya?
- Taliban bebaskan 235 sandera setelah serangan di Sar-e Pul
- Afghanistan: Taliban 'menculik puluhan' penduduk desa
Bagaimanapun, Boyle mengatakan kepada wartawan di Bandara Internasional Pearson di Toronto, pasangan itu berupaya untuk menyalurkan bantuan untuk penduduk desa di wilayah yang dikuasai Taliban "di mana tidak ada LSM, tidak ada pekerja kemanusiaan dan tidak pemerintah" yang dapat menjangkau tempat mereka disandera.
Coleman ketika itu dalam keadaan hamil tua anak pertama mereka. Pekan ini, mereka kembali dengan tiga anak, seluruhnya lahir dalam tahanan, yang bungsu disebutkan dalam kondisi kesehatan yang buruk.
Dalam pernyataannya, Boyle tampak menunjukkan mereka memiliki empat anak, seorang bayi perempuan telah dibunuh oleh penyandera mereka, jaringan Haqqani yang berpihak pada Taliban. Dia juga mengungkapkan mereka telah memperkosa istrinya.
Dia mengatakan "itu merupakan balas dendam dari sejumlah penolakan saya" untuk menerima tawaran jaringan tersebut.
"Dan kebodohan dan kejahatan pihak yang memperkosa istri saya, bukan merupakan aksi perorangan, tetapi oleh satu orang dibantu oleh kapten dari pasukan dan diawali oleh komandannya."
- Serangan Taliban tewaskan 130 orang, Afghanistan gelar hari berkabung nasional
- Taliban serang pangkalan militer Afghanistan, setidaknya 130 orang tewas
- Taliban serukan warga untuk lebih banyak menanam pohon
Keluarga tersebut akhirnya diselamatkan oleh militer Pakistan setelah operasi serangan AS di dekat perbatasan Afghanistan.
Laporan awal menyebutkan Boyle menolak untuk naik ke pesawat militer AS untuk keluar dari Pakistan.
Boyle pernah menikah dengan seorang perempuan yang mendukung ISIS dan saudara perempuannya merupakan seorang mantan tahanan di penjara Guantanamo, CNN menyebutkan dia mungkin khawatir dihukum oleh otoritas AS.
Tetapi Boyle membantah laporan tersebut setelah tiba di Kanada. Dia mengatakan keluarganya membuang jauh cobaan berat mereka dan pasangan tersebut berharap "dapat membangun rumah yang aman bagi tiga anak-anak mereka".
(nvc/nvc)










































