DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 08:34 WIB

Kebakaran Hebat di California: Seperti Ledakan Bom Nuklir, Hancur Total

BBC World - detikNews
Kebakaran Hebat di California: Seperti Ledakan Bom Nuklir, Hancur Total Kebakaran hutan dan semak di California menewaskan setidaknya 17 orang hingga hari Rabu (11/10) (AFP)
California - Skala kebakaran hebat yang melandaCalifornia, Amerika Serikat, dalam beberapa hari terakhirtergambarkan oleh warga setempat yang berhasil menyelamatkan diri.

Salah satu kota yang paling parah terkena dampak kebakaran adalah Santa Rosa, di utara San Francisco, dengan semua distrik di kota ini hancur.

Valerie Schropp, warga Santa Rosa, kepada BBC mengatakan dirinya tak pernah melihat kebakaran hutan dan semak sehebat ini.

Ia mengatakan api seperti menerjang kota dan meluluh-lantakkan rumah dan bangunan yang ada.

Dave Larson menggambarkan daerah tempat tinggalnya seperti terkena bom nuklir. "Hancur total... luluh lantak. Tak ada yang tersisa, seperti melihat daerah yang terkena ledakan bom nuklir," katanya.

Larson melihat sendiri bagaimana api datang hanya dalam hitungan menit. "Saya merasakan hawa yang sangat panas... saya tak punya banyak waktu untuk membawa barang-barang ke tempat penampungan. Sekarang semuanya hancur. Hancur total," kata Larson.

Kebakaran di California
Lebih dari 2.000 rumah dan bangunan hancur dilalap api yang berkobar sejak Minggu (08/10) malam. (EPA)


Warga lain di California, Bill Mikan, mengatakan ia sekarang tak punya tetangga setelah 30 rumah di kawasan yang ia diami dimakan api.

"Saya sungguh sedih. Saya mengungsi pada Minggu malam. Ketika saya kembali untuk mengecek, seluruh rumah tetangga hancur. Hanya rumah saya yang masih berdiri. Saya tak punya tetangga sekarang," kata Mikan.

Setidaknya 17 orang tewas

Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan dan semak di California, Amerika Serikat, dipastikan mencapai setidaknya 17 orang hingga Rabu (11/10) pagi waktu setempat.

Dari 17 orang yang tewas, sembilan di antaranya terjadi di Sonoma.

Peta titik api di kawasan California Utara pada 10 Oktober 2017.
Peta titik api di kawasan California Utara pada 10 Oktober 2017. (BBC)


Lebih dari 150 orang lainnya masih dinyatakan hilang, meski diperkirakan sebagian mungkin disebabkan oleh proses evakuasi yang berlangsung kacau, yang membuat pendataan tak bisa dilakukan secara rapi.

Kepala pemadam kebakaran California, Ken Pimlott, kepada BBC mengatakan api telah membakar wilayah seluas 26.000 hektare dalam 24 jam terakhir.

Ia mengatakan aparat pemerintah mencoba melacak orang-orang yang masih dinyatakan hilang, tapi ia khawatir mereka tak bisa diselamatkan yang membuat jumlah korban tewas meningkat.

"Tentu saja, kami berharap mereka yang hilang ini mengungsi bersama keluarga atau kawan atau sudah menyelamatkan diri meninggalkan kota," kata Pimlott.

"Api bergerak dengan sangat cepat dan ada ribuan are kawasan yang belum bisa kami cek," tambahnya.

Kebakaran di California
Suasana di Santa Rosa, Sonoma County, salah satu kawasan yang paling parah terkena dampak kebakaran. (Getty Images)


Dua ribu rumah dan bangunan hancur total dimakan api.

Kebakaran juga menyebabkan lebih dari 91.000 rumah dan bangunan tidak mendapatkan aliran listrik.

Kebakaran di California kali ini adalah yang paling buruk dalam sejarah dan asapnya bisa terlihat dari jarak 100 kilometer.

Kebakaran di California
Dikhawatirkan jumlah korban tewas bertambah karena 150 orang dinyatakan masih hilang dalam kebakaran hebat di California. (Getty Images)


Tidak diketahui secara pasti bagaimana api yang bermula pada Minggu (08/10) malam bergerak dengan sangat cepat. Namun yang pasti, pergerakan api dibantu oleh angin kencang yang mencapai 96 km/jam.

Tingkat kelembaban yang rendah digabung dengan cuaca yang kering dan panas juga diperkirakan membuat api menyebar dengan sangat cepat.

Kecepatan angin pada Selasa malam dan Rabu (11/10) dini hari waktu setempat mereda yang membantu regu-regu pemadam kebakaran menguasai kobaran api.




(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed