DetikNews
Minggu 24 September 2017, 11:03 WIB

Sebut Wanita Punya Setengah Otak, Ulama Arab Saudi Dilarang Khotbah

BBC Magazine - detikNews
Sebut Wanita Punya Setengah Otak, Ulama Arab Saudi Dilarang Khotbah Setelah belanja, kata Syekh al Hajari, maka otak perempuan tinggal seperempat. (Getty Images)
Riyadh - Seorang ulama Arab Saudi dilarang menyampaikan khotbah setelah memicu kecaman di internet karena berpendapat perempuan 'terlalu bodoh' untuk menyetir mobil.

Dalam rekaman video yang menyebar luas, Syekh al Hajari mengatakan "perempuan awalnya hanya memiliki setengah otak, namun setelah belanja mereka tinggal punya seperempat otak".

Pendapat itu disampaikan Syekh al Hajari -yang merupakan pemuka agama terkemuka di Provinsi Assir, barat daya Arab Saudi- dalam sebuah acara ceramah.

Akibat komentarnya -yang memicu kecaman meluas di internet- pemerintah Provinsi Assir kini melarangnya untuk berkhotbah dan melakukan kegiatan umum yang berkaitan dengan agama.

Syekh al Hajari agaknya berupaya juga melunakkan kritiknya dengan mengatakan perempuan tidak bisa beribadah sama banyaknya seperti pria karena menghadapi masa menstruasi sehingga 'bukan salah mereka' jika tidak berada dalam tingkat otak yang sama.

"Itu bukan salah mereka, namun perempuan kurang kecerdasannya, bukankah begitu?" tanyanya kepada hadirin, seperti dilaporkan situs The New Arab, yang mengutip koran Sabq terbitan Arab Saudi.

"Akankah Anda memberi izin mengemudi kepada pria yang setengah otak? Jadi bagaimana Anda memberinya kepada perempuan yang cuma punya setengah otak."

"Dan jika mereka ke pasar, akan berkurang setengah lagi! Jadi mereka kini punya seperempat," tambahnya.

Komentarnya memicu serangan balik, antara lain dari Bushra yang menulis pesan di Twitter, "Yakin dia berbicara tentang perempuan yang membesarkannya, makanya jadi begitulah dia."

Sementara akun Master menyatakan permintaan maaf, "Sebagai seorang pria saya merasa malu dengan tagar ini dan meminta maaf untuk semua perempuan di dunia, khususnya ibu dan kakak-kakak saya."

perempuan, arab saudiPerempuan dilarang menyetir di Arab Saudi walau tidak ada undang-undang yang mengaturnya secara resmi. (AFP)

Perempuan dilarang menyetir di Arab Saudi walau tidak ada undang-undang yang mengaturnya secara resmi.

Beberapa perempuan berupaya untuk melanggar larangan itu dan salah seorang pegiatnya, Loujain al-Hathloul, sampai sempat ditahan dua kali.




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed