DetikNews
Rabu 20 September 2017, 12:26 WIB

Perempuan Belanda Didenda dan Disuruh Kencing di Toilet Pria

BBC Magazine - detikNews
Perempuan Belanda Didenda dan Disuruh Kencing di Toilet Pria
Amsterdam - Amsterdam
Hakim menyebut Geerte Piening seharusnya menggunakan toilet laki-laki dan tidak buang air kecil di tempat umum. (Getty Images)

Denda sebesar 90 euro atau sekitar Rp 1,9 juta terhadap seorang perempuan yang dipergoki kencing di jalanan Kota Amsterdam memicu debat tentang diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.

Geerte Piening tak lagi bisa menahan hasrat buang air kecil setelah ia menikmati minuman di kawasan hiburan malam Leidseplein pada 2015.

Celakanya, ketika itu bar-bar di Leidseplein mulai tutup. Peining memutuskan mencari tempat sepi untuk buang air kecil. Alasannya, toilet umum berjarak lebih dari satu kilometer dari titiknya berdiri.

Saat Piening pipis, teman-temannya mengawasi keadaan sekitar. Namun tiga polisi kemudian memergoki Peining.

"Saat itu saya tidak tidak ingin mempersoalkan tindakan polisi, tapi keesokan harinya saya berpikir saya harus memperjuangkan hak saya," ujar Peining.

Hakim yang ditunjuk mengadili perkara itu merupakan laki-laki. Ia berkata kepada Peining, bahwa seharusnya perempuan 23 tahun itu menggunakan toilet pria yang tersedia daripada mengambil jalan pintas kencing di tempat umum.

Di Indonesia, larangan buang air kecil di ruang publik diatur dalam sejumlah peraturan daerah, meski tidak semua daerah memiliki peraturan tersebut. Di Belanda, buang hajat sembarangan masuk kategori pelanggaran hukum. Perbuatan itu disebut wildplassen.

Belakangan, sekelompok perempuan menggunakan istilah wildplassen sebagai tagar di Twitter untuk menyindir saran hakim yang menghukum Peining.

Mereka juga mengunggah beberapa foto yang menunjukkan kesulitan perempuan menggunakan toilet khusus laki-laki atau disebut urinoir.

Hakim pengadilan itu juga menyamakan perbuatan Piening dengan membuang sampah di jalan. Pernyataan itu memicu komentar bahwa kulit pisang atau pembungkus coklat sepatutnya disimpan di kantong, lalu dibuang di toilet yang tak bias gender.

Eropa Sean Gallup/Getty Images Ilustrasi. Toilet untuk perempuan dan urinoir khusus laki-laki mulai dibangun di sejumlah gedung di kota-kota besar Eropa.

Piening menegaskan, dia buang air kecil di gang sebagai pilihan terakhir. Ia menilai fasilitas untuk perempuan yang tersedia di kota-kota besar Eropa lain lebih baik dibandingkan yang ada di Amsterdam.

"Tidakkah fakta ini memalukan kota tujuan wisata seperti Amsterdam, bahwa perempuan tak memiliki pilihan," ujar Peining.

"Saya tidak berniat menjadikan persoalan ini sebagai isu feminis yang besar. Tapi di sisi lain membicarakan persoalan ini merupakan hal yang bagus," ucapnya kepada harian AD.

Pemerintahan di ibu kota Belanda menyediakan 35 toilet untuk laki-laki dan hanya tiga untuk perempuan. Hakim mengakui fakta tersebut. Namun ia menyatakan pemerintah kota tak wajib menyediakannya. Lagipula, sang hakim beralasan, perempuan jarang menggunakan fasilitas tersebut.

"Anda adalah perempuan kedua yang pernah saya lihat di pengadilan akibat kasus ini," ujarnya.

Amsterdam Otoritas pemerintah kota Amsterdam mempertanyakan perbandingan manfaat pembangunan toilet khusus perempuan dan anggaran yang harus dikeluarkan. (Getty Images)

Pemerintah kota Amsterdam menyebut tidak pernah menerbitkan kebijakan terkait toilet publik.

"Ada lebih banyak toilet untuk laki-laki bukanlah hal yang disengaja," kata Peter Paul Ekker, juru bicara wakil wali kota.

"Ketersediaan fasilitas itu jelas harus seimbang dan setiap orang pasti sepakat persoalan ini dapat diperbaiki. Namun berapa anggaran yang dibutuhkan, apakah ada lahan kosong, dan apakah itu akan bermanfaat," ujar Ekker.

Sebuah akun grup di Facebook dibuat untuk mendorong perempuan ikut memprotes ketidakadilan tersebut, pada Jumat (22/09) mendatang. Mereka mempersoalkan pernyataan hakim bahwa perempuan dapat menggunakan urinoir laki-laki.

Lebih dari lima orang hingga saat ini menunjukkan keinginan mereka mengikuti protes tersebut.

Penggagas aksi itu, Cathelijne Hornstra, menyebut dia ingin menunjukkan kepada publik keanehan membungkukkan badan sambil "menjorokkan bokong dalam keadaan setengah mabuk".


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed