Hal itu disampaikan Trump dalam pidato perdananya di PBB, Senin (18/09). Pidato ini berbeda dengan pidato yang rencananya akan disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat itu di depan Sidang Umum PBB, Selasa (19/09).
"Selama beberapa tahun terakhir PBB belum memanfaatkan potensinya secara penuh karena birokrasi dan salah urus," sebut Trump.
"Meskipun anggaran rutin PBB meningkat 140% dan jumlah stafnya meningkat dua kali lipat sejak tahun 2000, kita tidak melihat hasilnya sesuai dengan investasi ini," kata Trump dalam pertemuan khusus di New York.
- Dunia sesalkan keputusan AS mundur dari kesepakatan iklim Paris 2015
- Ketika PM Israel 'marah besar' dan panggil dubes Amerika Serikat
- Trump jadi presiden AS, Israel siap bangun permukiman di Yerusalem Timur
Ia juga menyerukan kepada PBB untuk memulihkan kepercayaan rakyat dengan cara membuat setiap tingkatan di jajaran manajer dapat dimintai tanggung jawab.
Pemerintah Amerika Serikat menanggung lebih dari 28% dari biaya pasukan penjaga perdamaian di seluruh dunia dan menyumbang 22% dari anggaran rutin PBB.
Ditegaskan oleh Trump bahwa tak satu pun negara di masa depan harus menanggung begitu besar biaya.

Sekjen PBB Antonio Guterres (kiri) berbicara dengan Presiden Trump dalam pertemuan khusus tentang reformasi PBB. (JUSTIN LANE/EPA)
Lebih lanjut ia menyerukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres untuk menempuh sejumlah perubahan. Di satu sisi, Trump juga memuji Guterres atas kemajuan yang telah dicapai.
Guterres memberikan tanggapan dengan mengatakan birokrasi membuatnya tidak bisa tidur pada malam hari. Namun demikian, tambahnya, PBB kini semakin efektif.











































