DetikNews
Rabu 13 September 2017, 09:25 WIB

PM Bangladesh: Myanmar Harus Terima Kembali Pengungsi Rohingya

BBC World - detikNews
PM Bangladesh: Myanmar Harus Terima Kembali Pengungsi Rohingya Pengungsi Rohingnya menempati apa saja yang tersedia di kawasan Cox's Bazar, distrik Bangladesh yang paling dekat dengan Myanmar. (EPA)
Dhaka - Perdana MenteriBangladeshSheikhHasina menyerukan kepada Myanmar untuk mengambil kembali ratusan pengungsi MuslimRohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Negara BagianRakhine.

Ketika berbicara dalam kunjungan ke kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh, Sheikh Hasina meminta Myanmar memandang situasi ini penuh dengan rasa kemanusiaan dengan mengatakan orang-orang tak bersalah mengalami penderitaan.

"Pesan pribadi saya sangat jelas bahwa mereka seharusnya mempertimbangkan situasi ini dari kacamata kemanusiaan," tegas PM Hasina kepada BBC pada Selasa (12/09).

"Karena orang-orang ini adalah orang-orang tak bersalah. Anak-anak, perempuan menderita. Orang-orang ini adalah warga Myanmar. Ratusan tahun lalu mereka sudah tinggal di sana. Bagaimana mereka menafikkan bahwa mereka bukan warga negaranya?"

Terus tampung

Sekitar 370.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Myanmar melancarkan operasi militer di Rakhine sebagai tanggapan atas serangan gerilyawan Rohingya, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).

Militer Myanmar mengatakan operasi ditujukan untuk memerangi milisi Rohingya dan membantah menyerang warga sipil.

Pengungsi Rohingya MUNIR UZ ZAMAN/AFP Kamp-kamp yang ada di Bangladesh sudah terlalu penuh sehingga pengungsi baru menyebar di sembarang tempat.

Akan tetapi para pengungsi yang melarikan diri mengatakan pasukan membalas serangan gerilyawan Rohingya terhadap pos-pos polisi pada 25 Agustus lalu dengan kekerasan brutal yang diikuti dengan pembakaran desa-desa Rohingya dengan tujuan mengusir mereka.

Sebelum gelombang baru, Bangladesh sudah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina juga mengatakan negaranya akan terus memberikan penampungan sampai Myanmar mengambil mereka.

Ia juga mengecam kelompok militan Rohingya atas pecahnya kekerasan terbaru, tetapi dikatakannya bahwa pemerintah Myanmar seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang lebih sabar lagi.

Rohingya, sebagian besar tinggal di Negara Bagian Rakhine yang mayoritasnya etnik Rakhine beragama Buddha, telah lama mengalami persekusi di Myanmar.

Myanmar menganggap mereka sebagai pendatang gelap dan menjuluki mereka dengan istilah 'orang Bengali' atau 'orang Muslim', tanpa menyebut nama 'Rohingya'.

Sebelumnya pemerintah Bangladesh mengatakan tengah menghadapi dua tantangan besar, menyediakan penampungan dan bantuan kemanusiaan lain, bagi ratusan ribu pengungsi baru Rohingya.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed