DetikNews
Sabtu 19 Agustus 2017, 08:26 WIB

Dua Serangan Teror Beruntun, Mengapa Spanyol Menjadi Sasaran?

BBC World - detikNews
Dua Serangan Teror Beruntun, Mengapa Spanyol Menjadi Sasaran?
Madrid - Spanyol, Cambrils EPA/JAUME SELLART Serangan mobil susulan di Cambrils melukai tujuh orang dan lima penyerangnya tewas.


Spanyol mengalami dua serangan mobil yang menabrak kerumunan orang dengan kecepatan tinggi, yang diperlakukan polisi sebagai aksi terorisme.

Serangan pertama di kawasan La Rambla yang padat wisatawan di Barcelona, Kamis (17/08) pukul 16.50 waktu setempat. Seorang sopir mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil menyetir zig-zag untuk menabrak para pejalan kaki sebanyak mungkin.

Sedikitnya 13 orang tewas sementara 100 lebih lainnya cedera dan ada kemungkinan korban masih akan bertambah. Pelakunya masih belum tertangkap hingga Jumat (18/08) waktu setempat.

Sekitar delapan jam kemudian, sebuah mobil Audi A3 menabrak kawasan kawasan pejalan kaki di kawasan wisata pantai, Cambrils, sekitar 110 km di barat daya Barcelona.

Seorang perempuan meninggal setelah menderita cedera sementara dan enam lainya -termasuk seorang polisi- juga cedera akibat serangan di Cambrils.

Polisi berhasil menembak mati lima penyerang yang mengenakan sabuk bunuh diri walau belakangan diketahui merupakan sabuk yang tidak berisi bahan peledak.

Spanyol, La Ramblas, Barcelona AFP/PASCAL GUYOT Warga menyatakan duka di La Rambla, yang menjadi sasaran serangan mobil barang yang menewaskan sedikitnya 13 orang.

Berapa orang yang sudah ditangkap?

Seorang pria dari Melilla, kota otonomi Spanyol yang berada di pantai utara Afrika, ditangkap bersama dengan seorang pria kelahiran Maroko, tak lama setelah serangan di Barcelona.

Polisi mengatakan keduanya bukan sopir dari mobil barang itu, yang dipinjam atas nama Driss Oubakir, pria asal Maroko berusia 28 tahun -salah satu yang ditangkap yang fotonya sudah diumumkan.

Laporan-laporan media menyebutkan bahwa dokumen milik Oubakir dicuri dan digunakan untuk meminjam mobil barang yang menabrak kerumunan orang di La Rambla.

Koran El Pais -berdasarkan sumber kepolisian- menyebut bahwa dia tiba dari Maroko pada tanggal 13 Agustus.

Spanyol, La Ramblas, Barcelona EPA/JAUME SELLART Sebelum serangan di Barcelona, Spanyol sudah meningkatkan siaga teror menjadi empat dalam skala lima.


Adik Driss Oubakir -yang berusia 17 tahun, Moussa Oubakir- sedang dicari terkait dengan serangan La Rambla, seperti dilaporkan media Spanyol.

Polisi juga mengumumkan penangkapan lain di Ripoll, dan masih belum jelas berapa orang yang terlibat dalam dua serangan teror ini.

Apakah ada kaitan dengan insiden lainnya?

Pada Kamis (17/08) malam sekitar pukul 19:30 waktu Spanyol, sebuah mobil menabrak aparat keamanan di sebuah pos pemeriksaan di pinggiran kota Barcelona.

Mobil tersebut belakangan ditemukan dengan seorang pria tewas di dalamnya dan Kementerian Dalam Negeri membantah laporan sebelumnya yang menyatakan pria itu ditembak mati oleh polisi.

Aparat keamanan belum menyingkirkan sama sekali kemungkinan kaitannya dengan serangan di La Rambla dan penyelidikan atas insiden itu masih terus berlangsung.

Malam sebelumnya, Rabu (16/08), ledakan menghancurkan sebuah rumah di Alcanar, sekitar 200 km di sebelah selatan Barcelona, menewaskan satu orang dan melukai tujuh lainnya.

Di rumah tersebut terdapat sejumlah botol gas propane dan butana seperti dilaporkan koran El Pais dan polisi sudah mengatakan ada kaitannya dengan serangan sehari kemudian.

Dan tak lama setelah serangan La Rambla, ditemukan mobil barang kedua -yang diduga digunakan untuk melarikan diri- di kota Vic, sekitar 80 km di sebelah utara Barcelona.

Siapa saja korban serangan?

Para korban berasal dari seluruh dunia dengan sedikitnya dari 34 negara karena Barcelona merupakan salah satu tujuan wisata dunia dan La Rambla termasuk dalam tempat yang 'harus' dikunjungi di kota itu.

Sejauh ini antara lain tercatat warga Irlandia, Prancis, Australia, Cina, Pakistan, Venezuela, Aljazair, Peru, Jerman, Belanda, Yunani, Hong Kong, Taiwan, dan Filipina termasuk dalam korban serangan di Barcelona.

Namun rincian identitas korban belum diungkapkan seluruhnya. Belgia mengatakan salah seorang warganya tewas sementara Prancis mengukuhkan 26 warganya cedera dan 11 di antaranya cedera.

Pemerintah Australia menyatakan sedikitnya empat warganya cedera. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Spanyol menyangkut warga Indonesia.

Kenapa Spanyol?

Negara ini merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di Eropa dan sebelumnya tidak menderita serangan teror seperti di Prancis, Inggris, Jerman, dan Belgia.

Namun Spanyol pernah juga menjadi sasaran oleh jihadis Islam, yaitu pada tahun 2004 ketika para militan yang terinspirasi Al-Qaeda mengebom beberapa kereta api di ibu kota Madrid dan menewaskan 191 orang.

Spanyol, La Ramblas, Barcelona AFP/NICOLAS CARVALHO OCHOA Korban serangan Las Ramblas berasal dari sedikitnya 34 negara.


Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS -lewat situs Amaq- sudah menyatakan berada di belakang serangan La Rambla dan tentara ISIS yang melakukannya.

Namun kelompok jihadis itu tidak memberikan bukti maupun rincian untuk mendukung pernyataan mereka.

Dalam pernyataannya, ISIS mengatakan serangan dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk melawan negara-negara yang terlibat dalam koalisi anti-ISIS pimpinan Amerika Serikat.

Beberapa ratus tentara Spanyol berada di Irak, melatih pasukan setempat dalam perang menghadapi kelompok militan Sunni.

Seberapa banyak 'jihadis' di Spanyol?

Jumlah operasi yang dilancarkan atas para jihadis meningkat secara pesat sejak Spanyol menaikkan siaga teror menjadi empat -dalam skala lima tingkat- pada Juni 2015.

Pada siaga teror tingkat empat, maka artinya ada 'risiko tinggi' serangan teror.

Sebelum serangan di La Rambla, 52 tersangka jihadis ditangkap sepanjang tahun ini, sementara 69 jihadis ditangkap tahun lalu dan 75 jihadis sepanjang 2015, seperti dilaporkan El Pais.

Pengamanan dan pengawasan di Spanyol juga ditingkatkan setelah serangan mobil Juli 2016 di kota Nice, Prancis, dan di ibukota Jerman, Berlin, pada Desember 2016.




(nvc/nvc)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed