DetikNews
Rabu 16 Agustus 2017, 12:29 WIB

Aktivis Thailand Dibui karena Membagi Profil Raja di Facebook

BBC World - detikNews
Aktivis Thailand Dibui karena Membagi Profil Raja di Facebook
Bangkok - thailand
Jatupat Boonpattararaksa, nama pegiat mahasiswa tersebut, mengaku bersalah atas tuduhan melakukan perbuatan mencemarkan nama baik kerajaan. (Reuters)

Seorang aktivis mahasiswa di Thailand dihukum penjara dua setengah tahun karena membagikan profil Raja Maha Vajiralongkorn di jejaring sosial Facebook.

Jatupat Boonpattararaksa, nama pegiat mahasiswa tersebut, mengaku bersalah atas tuduhan melakukan perbuatan mencemarkan nama baik kerajaan.

Dia ditangkap aparat hukum negara itu karena membagikan profil sang raja, yang kemudian diterbitkan oleh BBC Thailand, dua hari setelah raja baru itu naik tahta pada Desember 2016.

Thailand memiliki perangkat undang-undang yang sangat ketat, yang melarang setiap kritik terhadap kerajaan negara tersebut.

Jatupat, yang sejak awal dikenal sebagai tokoh oposisi terhadap pemerintah yang didukung militer dan sering terlibat unjuk rasa, adalah satu-satunya warga Thailand yang diadili terkait undang-undang tersebut.

Dia adalah salah-satu dari lebih dari 2,600 orang yang membagikan profil Raja Vajiralongkron, yang berusia 64 tahun, di media sosial

Pada Desember lalu, Jatupat telah didakwa mencemarkan nama baik kerajaan dan ditahan di wilayah timur laut Thailand.

Pihak pengadilan di Khon Kaen telah menolak 10 permintaan pembebasan terhadap aktivis mahasiswa itu walaupun dengan jaminan.

thailand
Jatupat adalah salah-satu dari lebih dari 2,600 orang yang membagikan profil Raja Vajiralongkron, yang berusia 64 tahun, di media sosial (Getty Images)

Semula Jatupat menolak dakwaan atas dirinya, tetapi pada Selasa lalu dia mengaku bersalah. Dia menghadapi ancaman hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Dalam undang-undang yang berlaku di Thailand, terdakwa yang mengaku bersalah dalam kasus-kasus pencemaran nama baik raja, dapat mengurangi masa hukuman secara signifikan.

Pada Juni lalu, seorang warga Thailand telah dihukum penjara selama 35 tahun, terkait perkara yang sama.

PBB dan kelompok hak asasi manusia telah mengkritik penerapan hukuman berat yang diatur dalam undang-undang untuk melindungi kerajaan dari kritik.

Awal tahun ini, Kantor Komisioner tinggi HAM PBB telah mendesak Thailand agar mengubah undang-undang tersebut.

Sejak kudeta militer negara itu pada 2014, lebih dari seratus orang telah dikenai tuduhan mencemarkan nama baik kerajaan.

Ayah Raja Vajiralongkorn, Raja Bhumibol Adulyadej yang begitu dipuja rakyatnya, tutup usia pada 13 Oktober di usia 88 tahun, setelah tujuh dekade menjadi raja.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed