DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 17:29 WIB

Kue Buah Berusia 106 Tahun Ditemukan di Antartika

BBC Magazine - detikNews
Kue Buah Berusia 106 Tahun Ditemukan di Antartika
Wellington -

Kue buah buatan Inggris berusia 106 tahun yang ditemukan di kawasan Antartika dilaporkan dalam kondisi "sangat baik" dan masih beraroma harum.

Para ahli menemukan kue berusia tua itu di Tanjung Adare, dan kue itu diyakini milik seorang penjelajah asal Inggris, Robert Falcon Scott.

Walaupun timah pembungkus kue itu berkarat, tim peneliti mengatakan kondisinya "sangat baik" dan masih menyisakan aroma harum.

Suhu beku di wilayah Antartika dianggap sebagai faktor utama yang membuat kue buah itu mampu "bertahan" hingga lebih dari seratus tahun.

Mereka menemukan kue itu di sebuah pondok tua di Antartika. Bangunan itu didirikan oleh tim penjelajah dari Norwegia, Carsten Borchgrevink, pada 1899.

Kemudian, Scott pada 1911 menggunakan bangunan itu selama ekspedisi yang diberi julukan Terra Nova.

Sejumlah laporan menyebutkan Scott menyukai kue buah yang dibuat oleh perusahaan biskuit asal Inggris, Huntley & Palmers.

"Fruitcake (kue buah) adalah penganan kesukaan masyarakat Inggris saat itu, dan tetap populer sampai sekarang," kata Lizzie Meek, pimpinan tim konservasi Yayasan warisan Antartika yang berpusat di Selandia Baru, kepada National Geographic.

"Hidup di Antartika membuat orang ingin mengkomsumsi makanan berlemak tinggi dengan kadar gula tinggi. Dan kue gula cocok dengan keinginan ini," kata Meek.

Selama melakukan penelitian terhadap artefak di pondok itu sejak 2016, mereka telah menemukan sekitar 1.500 jenis barang peninggalan Scott dkk.

Diantaranya adalah perkakas, pakaian, serta sejumlah potongan "daging dan ikan" yang "penampakannya sangat buruk" serta selai "yang agak enak dilihat", kata Meek.

Semua benda-benda yang mereka temukan -- di antaranya kue buah tersebu -t- kemudian dikembalikan ke tempat semula.

Dikisahkan, ekspedisi Kapten Scott dan teman-temannya tidak menyenangkan. Walaupun berhasil tiba di Kutub Selatan, tetapi kalah cepat oleh pesaingnya yaitu tim ekspedisi dari Norwegia.

Para penjelajah Inggris ini akhirnya semuanya tewas dalam perjalanan kembali ke pangkalan.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed