Pesawat AS B-1B (kiri) dikawal oleh pesawat tempur Korea Selatan (kanan) dalam latihan di Semenanjung Korea pada Minggu (30/07). AU Korea Selatan/EPAAmerika Serikat menyatakan telah berhasil melakukan uji coba sistem pertahanan rudal dan menerbangkan pesawat pengebom B-1B di atas Semenanjung Korea.
Uji coba sistem pertahanan rudal yang dikenal dengan nama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dan latihan pesawat pengebom pada Minggu (30/07) dilakukan sebagai tanggapan langsung atas uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut) baru-baru ini.
Dalam pernyataannya pada Minggu (30/07), militer Amerika Serikat mengatakan proyektil yang diluncurkan oleh Angkatan Udara AS ditembak jatuh di atas Pasifik oleh unit THAAD di Alaska.
AS mengatakan militer berhasil menembak jatuh rudal balistik dalam uji coba sistem THAAD. (Reuters)Uji coba sistem pertahanan rudal AS dilakukan dua hari setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua yang kedua dalam tempo satu bulan.
Usai peluncuran, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan uji coba tersebut membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan Korea Utara.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia "sangat kecewa" dengan Cina, yang menurutnya, tidak berupaya untuk menghentikan program nuklir Korea Utara.
- Korut meluncurkan rudal, Donald Trump kecewa terhadap Cina
- Kim Jong-un: 'Seluruh AS dalam jangkauan serangan Korea Utara'
- Uji coba rudal Korea Utara 'hancurkan' harapan perdamaian
Trump menulis di Twitter bahwa ia tidak akan membiarkan Cina untuk "tidak melakukan apapun" terhadap negara yang tertutup itu.
Meskipun ditentang keras oleh Cina, AS tetap memasang sistem pertahanan rudal canggih di Korea Selatan yang dirancang untuk menembak jatuh semua rudal Korea Utara yang diarahkan ke Korea Selatan. Cina khawatir jika kemampuan radar THAAD bisa mempengaruhi keamanan negaranya.
(ita/ita)










































