Trump Pecat Kepala Staf Gedung Putih yang Dituduh Jadi 'Pembocor'

Trump Pecat Kepala Staf Gedung Putih yang Dituduh Jadi 'Pembocor'

BBC World - detikNews
Sabtu, 29 Jul 2017 14:48 WIB
Trump Pecat Kepala Staf Gedung Putih yang Dituduh Jadi Pembocor
Jenderal John Kelly (kiri) ditunjuk mengganti Reince Priebus (kanan) yang jadi bulan-bulanan direktur komunikasi baru Trump, Anthony Scaramucci. (Reuters)
Washington - Presiden Amerika SerikatDonaldTrump telah menunjuk JenderalJohnKelly, yang saat ini memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri, sebagai kepala staf Gedung Putih yang baru.

Pengumuman yang dibuat di Twitter pada hari Jumat sore, sekaligus mencopot kepala Staf sebelumnya Reince Priebus, yang jadi sasaran serangan Anthony Scaramucci, direktur komunikasi baru presiden Trump.

Priebus jadi bulan-bulanan sejak dituduh Scaramucci sebagai 'pembocor' informasi kepada media.

Dalam wawancara dengan CNN, Reince Priebus mengatakan bahwa dia mengundurkan diri pada hari Kamis setelah berbicara dengan Trump.

"Presiden menginginkan arah yang berbeda," katanya kepada Wolf Blitzer, dari CNN, dan menambahkan bahwa menurutnya pemilihan John Kelly merupakan 'keputusan yang brilian.'

Anthony Scaramucci, yang ditunjuk sebagai direktur komunikasi sepekan lalu, telah menuduh Priebus sebagai 'pembocor.'

Dia juga menelepon seorang wartawan untuk melontarkan kata-kata kasar yang tidak senonoh terhadap Priebus, yang disebutnya sebagai 'penderita skizofrenia yang paranoid.'

Dalam serangkaian cuitan pada Jumat sesaat sebelum pukul 17:00 (Sabtu 04:00 WIB) Trump memuji mantan jenderal marinir ini sebagai 'orang Amerika yang hebat' dan 'pemimpin yang hebat.'

"John telah melakukan tugas secara spektakuler di dinas keamanan dalam negeri, dia adalah bintang sejati pemerintahan saya," kata presiden.

Dia akan mulai bekerja pada hari Senin, juru bicara Gedung Putih mengatakan.

Jabatan sebagai kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri dialihkan kepada wakilnya, Elaine Duke.

General John KellyAFP

Dalam cuitan ketiga, Trump memuji Kepala Staf yang dicopotnya, seorang pendukung setia yang sebelumnya merupakan ketua Komite Nasional Partai Republik (Republican National Committee, RNC).

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Reince Priebus atas pengabdiannya dan dedikasinya kepada negaranya. Kami menyelesaikan banyak hal bersama-sama dan saya bangga kepadanya," katanya.

Dalam peransebelumnya sebagai ketua RNC, dia bertindak sebagai jembatan antara Trump yang saat itu masih calon presiden dengan partai yang seringkali tidak nyaman dengan sikap Trump.

Dalam setengah tahun pertama ini, pemerintahan Trump sudah didera oleh berbagai pengunduran diri dan pemecatan para pejabat elit, terutama terkait penyelidikan atas keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden yang menguntungkannya.

Sebelumnya, penasihan keamanan nasional Michael Flynn dipaksa mundur hanya 23 hari setelah menjabat.

Presiden Trump juga telah memecat Direktur FBI James Comey terkait penyelidikan perkara Rusia, Jaksa Agung Sally Yates terkait kebjakan imigrasi, dan jaksa federal Preet Bharara yang tak mau mengangkat telepon dari Trump karena dianggapnya tak wajar.

Jaksa Agung sekarang, Jeff Sessions, yang jabatannya belum lagi enam bulan, juga terancam setelah Trump mengecamnya pedas di Twitter.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengundurkan diri saat Anthony Scaramucci diangkat mengisi posisi yang ditinggalkan Mike Dubke setelah tiga bulan menjabat.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads