DetikNews
Kamis 27 Juli 2017, 09:24 WIB

Trump Larang Transgender di Militer AS, Mengapa?

BBC World - detikNews
Trump Larang Transgender di Militer AS, Mengapa?
Washington - Presiden Trump Presiden Trump melarang militer menerima kaum transgender setelah 'berkonsultasi dengan para jenderal dan pakar militer'. (Reuters)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan orang-orang transgender tidak boleh berdinas di militer Amerika dalam kapasitas apa pun.

Larangan ini ia tulis melalui tiga pesan di Twitter, hari Rabu (26/07), yang antara lain menyebutkan alasan 'biaya medis yang sangat besar dan gangguan' yang bisa disebabkan oleh orang-orang transgender.

"Setelah melakukan konsultasi dengan para jenderal dan ahli-ahli militer, perlu diketahui bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan menerima atau mengizinkan orang-orang transgender untuk berdinas dalam kapasitas apa pun di militer AS," kata Presiden Trump.

Ia menambahkan bahwa militer Amerika harus fokus dan tegas untuk meraih kemenangan dan tak boleh dibebani oleh biaya medis yang sangat besar atau terganggu oleh orang-orang transgender.

Kebijakan baru ini tidak langsung diterapkan dan Kementerian Pertahanan AS mengatakan mereka akan mengeluarkan panduan dalam waktu dekat.

Diperkirakan dari 1,2 juta anggota aktif di militer AS, sekitar 2.450 orang di antaranya adalah transgender, meski sejumlah aktivis mengatakan angka yang sebenarnya lebih tinggi.

Pro dan kontra Protes menentang Trump Beberapa kelompok berunjuk rasa menentang rencana Presiden Trump melarang kaum transgender berdinas di militer AS. (EPA)

Pemerintah Barack Obama mengizinkan kaum transgender untuk berdinas di militer pada Juni 2016 melalui mengumuman yang disampaikan Menteri Pertahanan Ash Carter.

Kelompok pendukung LGBT di Amerika, GLAAD, menyebut kebijakan Presiden Trump sebagai 'serangan langsung terhadap orang-orang LGBT di Amerika'.

George Takei, aktor dan pegiat kesetaraan mengatakan Presiden Trump 'sangat kejam' sementara Aaron Belkin, direktur lembaga kajian yang banyak melakukan studi tentang gender dan seksualitas di militer mengatakan kebijakan ini 'akan memaksa transgender yang berdinas di militer untuk hidup sebagai gay dan lesbian'.

Mantan Menteri Pertahanan Ash Carter menyerang pernyataan Trump dengan mengatakan penerimaan seseorang untuk bertugas di militer mestinya semata-mata didasarkan pada kemampuan militer bukan pada faktor-faktor lain.

"Sudah ada orang-orang transgender di militer dan mereka mampu dan bertugas dengan sangat baik," katanya.

Tapi sejumlah politisi Republik mendukung kebijakan Trump, di antaranya anggota Kongres, Vicky Hartzler, yang mendesak semua transgender yang saat aktif berdinas di militer AS untuk dipecat dengan hormat.

Mereka yang menentang transgender antara lain menyebut biaya medis bagi personel militer yang ingin berganti kelamin.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed