Raja Salman dilaporkan sangat kaget mendapat sebutan tersebut, yang tercantum dalam kolom yang ditulis oleh Ramadan al-Anzi dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang berbahaya karena sebutan Maha Penyantun hanya layak diberikan untuk Allah.
Pujian untuk raja bukan sesuatu yang dilarang bahkan sangat dianjurkan di Saudi namun menggunakan frasa yang hanya ditujukan kepada Tuhan sama sekali tidak dibolehkan.
- Apakah Raja Salman adalah raja Muslim Indonesia?
- Coba serang Raja Salman di KL, WNI dan warga Yaman ditangkap
- Mengapa Jokowi merasa 'kecewa' pada Raja Salman?
Surat kabar yang dimaksud, al-Jazirah, sudah meminta maaf dan mengakui sebutan maha penyantun untuk Raja Salman tak bisa diterima.
"Frasa dan penghormatan untuk Penjaga Dua Masjid Suci (sebutan untuk Raja Salman) tak bisa diterima ... semoga Tuhan melindungi Raja...," tulis al-Jazirah.
Penulis kolom itu sekarang telah diberhentikan atas permintaan Raja Salman.
Beberapa laporan menyebutkan koran tersebut juga menerima sanksi.
(ita/ita)










































