Pria itu memajang foto dirinya sambil memegangi bayinya dengan mencengkeram baju bayi itu, dengan latar belakang mobil-mobil di kejauhan di bawahnya dengan tulisan: "1.000 like atau saya akan menjatuhkan bayi ini."
Unggahan ini membangkitkan kemarahan, dan memicu seruan pengguna media sosial lainnya agar ia ditangkap atas pasal penganiayaan anak.
Dia pun ditangkap hari Minggu lalu, dengan dakwaan membahayakan keamanan bayi, kata polisi.
- Perempuan AS bersalah karena dorong pacarnya bunuh diri lewat pesan pendek
- Perawat jatuh dari lantai enam dan menimpa dokter hingga tewas
- American Airlines menskors stafnya setelah insiden 'kereta bayi'
Anak itu diayun-ayunkan keluar dari jendela lantai 15 sebuah blok apartemen di ibu kota, Algiers, lapor situs berita Al Arabiya.
Peningkatan kegiatan sejenisPria yang merupakan kerabat bayi tersebut menyangkal telah mempertaruhkan nyawa si bayi. Ia berdalih, gambar tersebut telah diubah oleh pengguna media sosial, lapor Ennahar TV sebuah televisi swasta Aljazair.
"Gambar itu diambil di balkon yang memiliki teralis pengaman. Tapi dihapus oleh pengguna medsos," katanya seperti dikutip Ennahar.
Ayah anak tersebut menyerukan pengadilan untuk memaafkan pria tersebut, dengan mengatakan bahwa dia sekadar bercanda.
Namun, hakim memutuskan lain dengan pertimbangan bahwa gambar itu sangat jelas menunjukkan bahwa anak itu dibahayakan hidupnya.
- Bayi lahir di udara, Jet Airways berikan tiket gratis seumur hidup
- Bocah 12 tahun membidani ibunya di rumah sakit
- Orang Rimba di Jambi: Masuk Islam untuk dapat KTP
Artikel yang disebarkan di media sosial tentang kejadian tersebut mendapat banyak tanggapan kemarahan, lapor koresponden BBC Afrika Utara Rana Jawad.
Banyak orang Aljazair mengutuk pria tersebut, dan memuji pihak berwenang yang telah menangkapnya dan menghukumnya, tambahnya.
Acara hiburan di TV Afrika Utara selama RamadanTindakan ayah ini kemungkinan juga dipengaruhi semakin meningkatnya acara hiburan sejenis di televisi Afrika Utara selama bulan Ramadan.
TV banyak menampilkan kejadian palsu, mulai dari kapal terdampar, ke serangan teror, sampai kecelakaan udara yang salah satu korbannya adalah Paris Hilton.
- Iklan Ramadhan TV Malaysia dicabut
- Paris Hilton ditangkap karena kokain
- Paris Hilton dituntut karena rambut
Di Aljazair, sebuah program baru-baru ini dikecam keras karena membuat berita palsu terkait seorang novelis komunis terkenal yang diyakini ditangkap karena "dianggap ateis dan melakukan kegiatan mata-mata".
Pada salah satu adegan Rachid Boudjedra, 75 tahun, terlihat dipaksa polisi palsu untuk mengulangi kata-kata "Allahu Akbar" dan menyebut dua kalimat Syahadat.
Program bernama We Got You ini akhirnya dibatalkan karena gelombang kritik yang muncul dari masyarakat. (ita/ita)










































