Kedua tersangka berdalih anak laki-laki berusia 17 tahun tersebut mencoba mencuri sepeda.
Namun si tertuduh pencurian membantah dan keluarganya mengatakan bahwa dia mengidap masalah kesehatan mental dan merupakan seorang pengguna narkoba.
Polisi mengidentifikasi kedua tersangka setelah mereka membagikan video online yang merekam saat mereka membuat tato itu di dahi anak tersebut.
- Foto tahanan perempuan bermata hitam pekat beredar viral
- Jadi gelandangan dan geng narkoba: Cerita anak-anak jalanan di kota Salvador
- Rahasia Islandia memberantas narkoba dan alkohol di kalangan remaja
Sebuah kampanye online digulirkan untuk menggalang dana guna membantu anak itu menghapus tato tersebut.
Tersangka yang berusia 27 dan 29 tahun mengaku menulis kalimat dalam bahasa Portugis yang berbunyi, 'Saya seorang maling dan pecundang,' di dahi anak itu sebagai 'suatu hukuman.'
Polisi di kota Sao Bernardo do Campo, negara bagian Sao Paulo, belum memastikan apakah terjadi percobaan perampokan dalam peristiwa itu.
Anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa dia jatuh menimpa sepeda karena 'sangat mabuk,' dan bukan berusaha mencuri sepeda.
Dua pria kemudian menangkapnya, mengikat tangan dan kakinya serta mengatakan bahwa mereka akan menato dia, tambahnya.
"Saya bilang, tato saja di lengan saya, tapi mereka mengatakan akan melakukannya di kening saya dan kemudian tertawa-tawa," katanya kepada surat kabar Folha de S.Paulo.
"Saya memohon mereka bahwa lebih baik mematahkan tangan dan kaki saya saja."
- Budak seks al-Shabab: 'Setiap malam saya dipaksa melayani dua-tiga laki-laki'
- Eksklusif pemimpin regu pembunuh Filipina: Saya membunuh 200 orang, juga saudara sendiri
- Pecandu narkoba anak pasangan Yahudi-Muslim yang jadi miliarder
Dalam rekaman video yang diedarkan, anak laki-laki yang tampak ketakutan itu duduk di kursi tapi tidak diikat, sementara seorang pria menggunakan mesin tato sambil menjambak rambutnya. Pria yang merekam video itu tertawa dan berkata: "Ini akan bikin sakit."
Mereka kemudian memotong memotong rambut anak laki-laki itu setelah dia mencoba menyembunyikan tato itu di balik rambutnya.
Keluarga remaja tersebut mengatakan bahwa dia menghilang pada tanggal 31 Mei dan mengenalinya setelah melihat video yang diunggah Jumat (09/06) pekan lalu. Dia berkumpul kembali dengan keluarganya pada hari Minggu.
Kampanye online untuk membantunya menghapus tato itu telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 19.000 reais (Rp75 juta).
(ita/ita)










































