Tim penyidik Belanda dan yayasan yang menangani para korban sudah mencapai kesepakatan untuk melihat rekaman kamera pengawas di Bandara Schiphol, Amsterdam, pada 17 Juli 2014, beberapa jam menjelang pesawat lepas landas.
Pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu ditembak jatuh di Ukraina timur pada hari yang sama dalam penerbangan ke Kuala Lumpur dan menewaskan semua 298 penumpang -yang sebagian besar warga Belanda- serta awak pesawat.
- Keluarga penumpang di Medan 'pasrah' pencarian MH370 dihentikan
- MH370 'kemungkinan tidak berada di area pencarian'
- Laporan terbaru MH370: Pesawat tidak diarahkan untuk mendarat
"Kami memberi tahu kepada para keluarga korban bahwa kami sudah mencapai kesepakatan dengan kantor kejaksaan untuk melihat gambar-gambar itu," jelas Evert van Zijtveld, Ketua Yayasan Korban MH17, seperti dikutip kantor berita AFP.
Dia menambahkan para penyidik dan keluarga pertama-tama harus menyelesaikan masalah dalam undang-undang privasi Belanda sebelum mendapat lampu hijau untuk melihatnya.
Puing-puing pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines yang jtauh di Ukraina. (AFP/BULENT KILIC)Rekaman gambar itu diambil oleh 34 kamera pengawas di aula keberangkatan Bandara Schiphol antara jam 02.00 hingga 12.00 GMT.
"Gambar-gambar yang amat penting. Merupakan gambar-gambar terakhir dari para korban," tambah Van Zijtveld, yang kehilangan seorang putra, putri, dan mertua dalam penembakan tersebut.
"Melihat gambar-gambar itu akan membantu proses berduka."
Seluruh 298 penumpang -- yang sebagian besar warga Belanda -- dan awak pesawat tewas. (BBC)Namun belum ditetapkan waktu untuk mengumpulkan keluarga guna melihat gambar-gambar tersebut.
"Tujuan kami adalah memberi kejelasan sebelum peringatakan MH17 mendatang pada 17 Juli," kata juru bicara Kementrian Kehakiman dan Keamanan Belanda, Sentina van der Meer.
Bulan September lalu, tim penyidik yang dipimpin Belanda menyimpulkan bahwa rudal BUK -- yang dibawa dari Rusia -- ditembakkan dari sebuah lapangan di kawasan Ukraina yang dilanda perang yang saat itu dikuasai pemberontak pro-Rusia, mengenai pesawat.
Namun tim tidak mengatakan pihak yang menembakkannya.
Pemerintah Rusia berulang kali membantah keterlibatan walau tim tidak merujuk Moskow sebagai pemasok rudal BUK dan peluncurnya.
(ita/ita)










































