DetikNews
Senin 05 Juni 2017, 14:59 WIB

Kegembiraan dalam Kepedihan di Konser 'One Love Manchester'

BBC World - detikNews
Kegembiraan dalam Kepedihan di Konser One Love Manchester
Manchester -

Konser amal yang digelar setelah serangan di Manchester, Inggris berubah menjadi ajang malam solidaritas, menyembuhkan luka dan kegembiraan bagi 50.000 orang penggemar musik yang memadati lokasi.

Pertunjukan yang menampilkan para musisi top dunia ini digelar untuk mengenang para korban serangan bom bunuh diri di uung konser Ariana Grande di Manchester pada tanggal 22 Mei lalu.

Meski masih dirundung suasana duka, ditambah lagi serangan London, suasana pertunjukan berubah ceria saat Grande kembali tampil di panggung.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kedatangan Anda semua, penunh cinta kasih, kuat dan bersatu." kata Grande mengatakan kepada kerumunan penonton.

Ia pun menambahkan: "Saya sangat mencintai kalian, dan saya kira bentuk cinta dan persatuan yang Anda tunjukkan adalah obat yang sangat dibutuhkan dunia saat ini."

Terlihat terharu, penyanyi Amerika berusia 23 tahun itu tampil bersama Miley Cyrus dan Black Eyed Peas. Tampil pula sejumlah musisi seperti Katy Perry, Coldplay, Robbie Williams, Liam Gallagher dan Justin Bieber juga turut meramaikan konser itu.

Ciara Lynch, 15 tahun, dari Wigan, berada di lokasi Manchester Arena saat serangan terjadi, namun ia mengatakan bahwa dirinya "tidak terlalu memikirkannya" saat konser hari Minggu berlangsung di lapangan kriket Old Trafford.

Ia mengungkapkan bahwa konser bertajuk One Love Manchester "menakjubkan", dengan menambahkan bahwa: "Pada saat yang bersamaan, konser itu juga emosional.

"Ketika ia menyanyikan lagu berjudul One Last Time, saya turut menangis saat itu. Namun semua orang begitu akrab malam itu, padahal mereka tidak mengenal satu sama lain. Itu sangat hebat."

Temannya Lauren Bromelow, yang juga berumur 15 tahun, mengatakan bahwa semua orang yang ada di konser tersebut "berkumpul bersama seperti sebuah keluarga".

Polisi Polisi bersenjata lengkap menjaga lokasi konser. (Reuters)Penonton Banyak para pengunjung konser menunjukkan kebanggan terhadap kota mereka. (BBC)

Sarah Stones, 25 tahun, dari Salford, Greater Manchester, datang ke konser itu, meski ia "hampir membatalkan" - mengatakan kehadiran polisi yang menjaga konser itu membuatnya merasa ada jaminan keamanan.

Saat menggambarkan suasana malam itu, ia mengatakan: "Ini semua adalah tentang kebahagiaan. Kita semua adalah satu. Kita satu tim.

"Kami merasa benar-benar tersentuh, setiap kali ada lagu emosional yang dinyanyikan. Saya tidak punya kata-kata lagi untuk Manchester malam ini."

Temannya Jamal Iddi, 23 tahun, mengatakan serangan pada 22 Mei "merupakan pukulan bagi semua orang di kota tersebut".

Ia mengatakan: "Siapapun yang tinggal di Manchester merasakan kepedihan itu. Dan ini adalah cara yang sangat bagus untuk mengenang dan terus mengingat para korban yang meninggal dunia."

Bukan hanya para penggemar yang larut dalam suasana pertunjukan itu. Para petugas polisi pun ikut menari, petugas medis bernyanyi bersama dan seorang pemandu mengajak penonton untuk bertepuk tangan dan menari.

Grande tampil dalam seluruh pertunjukan. Ia menyanyikan lagunya My Everything dengan siswa-siswa dari sekolah menengah Parr Wood di Manchester, menenangkan solois Natasha Seth berusia 12 tahun saat ia larut dalam emosio

Ia juga mengatakan kepada para penonton bagaimana ia mengubah susunan penampilan di menit terakhir setelah bertemu dengan ibu dari Olivia Campbell-Hardy, 15 tahun, yang termasuk di antara 22 orang yang tewas dalam serangan tersebut.

Grande berkata: "Ia mengatakan kepada saya bahwa Olivia akan ingin mendengar lagu-lagu itu. Kami pun mengubahnya, dan pertunjukan jadi sama sekali berbeda dengan yang direncanakan dan kami latihkan kemarin dan kami mengubah segalanya."

Ia juga menyanyikan salah satu lagu milik kelompok Oasis, Do not Look Back In Anger bersama vokalis Chris Martin dari Coldplay sebelum Martin bergabung menemani mantan penyanyi Oasis Liam Gallagher menyanyikan lagu Live Forever.

Berbicara di kota asalnya itu, Gallagher mendedikasikan lagunya untuk "orang-orang yang baik hati yang terbunuh dan terluka" dalam serangan tersebut.

Di akhir pertunjukan, Grande bergabung bersama para bintang lainnya di atas panggung membawakan lagu One Last Time sebelum mengakhirinya sendiri dengan melantunkan lagu Over the Rainbow.

Konser Konser bertajukOneLoveManchester disiarkan ke seluruh dunia. (WPAPOOL/GETTYIMAGES )

Dalam pertunjukan tersebut, Grande mengenakan kaos bertuliskan One Love Manchester - dan banyak dari para penggemar mengenakan kaos bertuliskan pesan serupa, atau mengecat wajah mereka dengan tulisan "I heart MCR", atau stiker #WeStandTogether.

Panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa konser amal yang diadakan malam itu berhasil mengumpulkan dana bagi para korban sebesar Pound 2 juta (atau sekitar Rp34 miliar) melalui pengumpulan dana lewat SMS dan sumbangan online, dengan total dana We Love Manchester Emergency Fund mencapai lebih dari Pound 10 juta (atau sekitar Rp171 miliar).




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed