DetikNews
Selasa 30 Mei 2017, 10:18 WIB

Acara Televisi Picu Perdebatan Soal Keperawanan di China

BBC Magazine - detikNews
Acara Televisi Picu Perdebatan Soal Keperawanan di China
Beijing -

"Dia bertanya apakah saya perawan," kata Qiu Yingying, sambil menangis.

Dia baru saja mengetahui bahwa hubungannya dengan pacarnya, Ying Qin telah berakhir, setelah pacarnya mengetahui bahwa Qiu Yingying sebelumnya sudah pernah berhubungan seks.

Adegan dari drama televisi paling populer di China saat ini, Ode to Joy, memicu perdebatan luas tentang apakah keperawanan masih dianggap sebagai aset berharga bagi perempuan di tengah masyarakat China modern.

Ode to Joy, kini sudah memasuki masa kedua, mengisahkan lima perempuan cantik dari berbagai latar kehidupan berbeda yang tinggal di lantai yang sama dari sebuah kompleks apartemen di Shanghai.

Acara ini adalah versi yang lebih sopan dari Sex and the City, dan populer di kalangan perempuan karena fokusnya pada percintaan, karier, persahabatan dan kesulitan yang dihadapi oleh perempuan di kota besar.

'Bagaimana saya bisa percaya dengan dia?'

Qiu Yingying adalah karakter muda dan naif yang menganggap hubungannya lebih penting dibanding hal-hal lainnya.

Dalam adegan itu, dia mengadakan acara makan malam untuk mengenalkan pacarnya ke teman-temannya, namun malam itu berakhir dramatis setelah tetangganya, secara tak sengaja, membuka hubungan sebelumnya.

Pacarnya, Ying Qin, langsung pergi dengan marah. Teman satu apartemen Yingying, Fan Shengmei, langsung memarahi Ying Qin yang memutuskan Yingying, dan dialog ini muncul;

  • Ying Qin: Dia tidak membantahnya dan dia tidak bisa menyalahkan orang lain [akan reaksi mereka].
  • Fan Shengmei: Apa kamu tidak bisa memaklumi perempuan yang kamu cintai, dan yang mencintai kamu?
  • Ying Qin: Bagaimana saya bisa percaya, bahwa orang yang sudah merendahkan dirinya sendiri, bisa mencintai saya?
  • Fan Shengmei: Kamu pikir berhubungan seks sebelum menikah itu tidak pantas?
'Topik usang'

Pendidikan seks di China seringnya minim. Ada banyak cerita soal guru biologi pria yang tidak menjelaskan detail akan sistem reproduksi perempuan dalam kelas dan meminta siswa mempelajarinya sendiri.

Dan orangtua hampir tidak pernah berbagi informasi soal seks dengan anak mereka.

Namun, hampir semua orang tua memperingatkan anak perempuan mereka untuk tidak berkencan sebelum mereka lulus kuliah, khawatir mereka terluka atau hamil.

Komunitas Cina juga, secara tradisional, menuntut keperawanan sebelum pernikahan.

Artinya, drama televisi sangat berpengaruh dalam membentuk nilai-nilai penonton. Drama ini menjadi jendela bagi penonton muda, terutama perempuan muda, untuk memahami seks dan seksualitas dan perubahan dalam pandangan masyarakat.

Zi Yin, seorang asisten produser film yang tinggal di Shanghai, mengatakan pada BBC bahwa topik tersebut sudah kuno di abad 21. Dia menilai "menjijikkan" bahwa drama tersebut menjadikan keperawanan sebagai bahasan masalah.

ladies in office Warga Cina yang tinggal di perkotaan tidak terlalu mementingkan keperawanan bagi perempuan. (Getty Images)

Di kota-kota modern, perempuan lebih mandiri dan bebas, katanya.

"Isu keperawanan tidak mengganggu perempuan yang berpendidikan tinggi di kota-kota besar China seperti Shanghai dan Shenzhen," katanya pada BBC.

"Perempuan mandiri yang cerdas sudah terdidik dan terdorong untuk menjadi presiden perempuan China atau mencapai karier yang tinggi."

Standar ganda soal keperawanan

Namun tak semua orang sepakat bahwa perdebatan soal keperawanan sudah tak lagi relevan.

Salah satu perempuan penggemar Ode to Joy, Ziye Pei, mengatakan pada BBC bahwa wajar saja jika seorang lelaki yang juga belum pernah berhubungan seks menginginkan pacarnya juga seperti itu.

Satu-satunya masalahnya, menurut dia, adalah ketika ada standar ganda, dan si lelaki mengharapkan perempuannya tidak berhubungan seks, tapi dia tidak melakukan itu.

Topik itu juga dibahas oleh sesama teman kuliahnya lewat kelompok chat media sosial China, WeChat.

Salah satu dari mereka bertanya, kenapa tidak ada kesetaraan gender soal keperawanan, tapi yang lain mengatakan dia tak bisa menerima komentar Ying Qin soal perempuan yang berhubungan seks sebelum menikah.

Dalam acara tersebut, teman-teman Qiu Yingying menghiburnya dan mendorongnya untuk menjaga harapannya pada hubungan tersebut.

Penonton masih harus menunggu apakah Ying Qin akan mengubah pendiriannya dan berbaikan, atau apakah Yingying memutuskan dia lebih baik tanpa Ying Qin.

Namun banyak forum online seputar Ode to Joy memberikan harapan lewat video promosi mereka, yang tampaknya menyiratkan bahwa pasangan ini menemukan jalan keluar dari dilema mereka dan kembali bersama.




(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed