Kenapa Macron Menjabat Tangan Trump Sangat Erat?

Kenapa Macron Menjabat Tangan Trump Sangat Erat?

BBC World - detikNews
Senin, 29 Mei 2017 13:59 WIB
Kenapa Macron Menjabat Tangan Trump Sangat Erat?
Macron (kanan) tidak berusaha melepaskan tangan Trump meski Trump berusaha menyudahi jabat tangan mereka. (Reuters)
Paris - Presiden PrancisEmmanuelMacron mengatakan bahwa genggamannya yang kuat saat menjabat tanganDonaldTrump "memang ada maksudnya" dan merupakan "momen kebenaran".

Saking eratnya jabat tangan tersebut sampai menjadi canggung dan janggal dan membuat tangan mereka memutih.

Pada media Prancis, Macron mengatakan bahwa dia ingin "menunjukkan bahwa dia tidak akan mengalah dengan memberi kemenangan kecil, meski hanya secara simbolis, tapi juga tidak mau melebih-lebihkan."

Kedua pemimpin tersebut bertemu di Brussels, Belgia pada Kamis sebelum pertemuan tingkat tinggi Nato.

Saat jabat tangan mereka yang erat itu berlangsung selama beberapa detik, Macron dan Trump juga saling menatap tajam mata masing-masing sampai presiden AS tersebut berusaha untuk melepaskan tangannya.

Macron mengatakan pada koran Journal du Dimanche bahwa pendekatannya dalam jabat tangan itu adalah sebagai upaya agar dihormati.

"Donald Trump, presiden Turki atau presiden Rusia melihat sesuatu dalam hal hubungan dengan kekuasaan, dan itu tidak mengganggu saya," katanya.

"Saya tidak percaya dengan diplomasi lewat kritik pada publik, tapi dalam dialog bilateral, saya tidak akan mengabaikan hal-hal kecil itu. Dan itulah cara Anda memperoleh rasa hormat."

Jabat tanganTrump

Sejak dilantik sebagai presiden, gaya jabat tangan Trump dengan berbagai pemimpin negara lain tak lepas dari pengamatan.

  • Pada Januari, dia memegang tangan PM Inggris Theresa May saat berjalan bersama - May kemudian mengatakan bahwa Trump hanya "menjadi seorang gentleman".
  • Dia kemudian menarik tangan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke arahnya, sesuai dengan gaya khas Trump saat berjabat tangan.
  • Namun Perdana Menteri Kanada Justin Trudeu menghindari ini dengan menggenggam bahu Trump saat mereka berjabat tangan.
  • Dan pada bulan Maret, Trump tampaknya tak mengacuhkan tawaran jabatan tangan dari Kanselir Jerman Angela Merkel.
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini