Ledakan ini bersamaan dengan tiga tahun kudeta militer yang dipimpin Jenderal Prayut Chan-o-cha, yang kini menjabat perdana menteri sementara menyusul rencana pemilihan umum akhir 2017.
Pihak penyidik menemukan puing-puing baterai dan kabel di tempat ledakan di lantai dsari Rumah Sakit Phramongkutklao, yang populer di kalangan tentara dan keluarganya serta pensiunan tentara.
- Duka usai pria Thailand bunuh putrinya dan menyiarkannya di Facebook
- Eksklusif: Pemberontak Muslim utama Thailand Selatan siap berunding
- Terduga pelaku bom Bangkok mengaku tidak bersalah
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
"Kami bisa mengukuhkan pada tahap ini bahwa ledakan adalah bom," kata Srivara Ransibrahmanakul, Wakil Kepala Kepolisian Nasional, kepada para wartawan.
Jenderal Prayut Chan-o-cha memimpin kudeta militer tahun 2014 dan menjabat perdana menteri sementara hingga rencana pemilihan umum 2017. (EPA/RUNGROJ YONGRIT)Tiga korban menderita cedera serius dengan pecahan bom yang mengenai wajah dan leher namun sebagian besar korban cedera ringan.
Bom disembunyikan di sebuah kotak di dekat pintu masuk di apotek rumah sakit.
Bom di ProvinsiPattani -- kawasan yang dilanda gerakan separatis -- pada 10 Mei lalu melukai 61 orang. (EPA/ABDULLAHWANGNI)Senin 22 Mei merupakan peringatan tiga tahun kudeta militer yang menjatuhkan pemerintahan sipil hasil pemilihan umum, yang sekaligus menghentikan aksi kerusuhan di jalanan Bangkok selama beberapa bulan.
- Anak-anak Thailand selatan: Dari daerah konflik ke lapangan bola Inggris
- Tidak ada bom di Bangkok, Facebook salah munculkan peringatan
- Biksu dan jemaat Kuil Dhammakaya 'melawan' polisi Thailand
Ledakan di Bangkok ini merupakan yang keempat dalam waktu dua pekan belakangan.
Pada hari yang sama -- sebelum serangan atas rumah sakit di Bangkok -- sebuah bom pinggir jalan meledak melukai empat polisi yang sedang patroli di Provinsi Yala.
Sementara 10 Mei lalu, sebuah bom mobil meledak di sebuah pusat pertokoan di Provinsi Pattani, di dekat perbatasan Thailand-Malaysia -- yang dilanda aksi separatis oleh kelompok militan Islam -- yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat di kawasan Thailand selatan.
Umat Islam merupakan mayoritas di Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat, di Thailand Selatan. (Reuters)Dalam serangan itu, 61 orang dilaporkan terluka dan pihak berwenang menuding kelompok militan Islam yang bertanggung jawab.
Dan pada 15 Mei lalu, sebuah bom kecil meledak di luar Teater Nasiona di kawasan kota tua Bangkok, melukai dua orang.
(ita/ita)










































