Ejekan itu tampaknya secara tidak sengaja masuk dalam email resmi untuk membalas lamaran kerjanya.
Anna Jacobs, dari Kent, Inggris tenggara, mengajukan lamaran untuk sebuah lowongan pekerjaan di Layanan Lingkungan Tecomak, yang berkantor di kota Tonbridge.
Perusahaan tempatnya melamar kerja kemudian membalas email dan memberitahu bahwa dia dipanggil untuk wawancara. Namun, dalam email itu terdapat beberapa komentar yang mengejek, antara lain bahwa 'dia cuma layak diwawancara untuk jadi tertawaan', 'tukang peluk pohon bodoh yang beraliran politik kiri', serta 'tidak dapat pekerjaan sejak tamat universitas'.
- Siapa saja yang angkat kaki dari Inggris gara-gara Brexit?
- Inggris bentuk satgas anti radikalisasi dalam penjara
- Perempuan Inggris pejuang anti-ISIS di Suriah cemaskan keluarganya
Dalam email permintaan maaf, pimpinan Tecomak, Ross Black, menyampaikan bahwa dia memahami bagaimana 'hal itu amat menjengkelkan.'
"Jelas bahwa komentar itu tidak resmi dan tidak sesuai dengan standar profesional yang diharapkan dari perusahaan seperti kami," jelas Black.
Dia juga menegaskan kembali bahwa biodata Jacobs menarik dan termasuk dalam calon yang akan diwawancara karena terpilih dari 40 lebih pelamar.
"Kami dengan senang hati akan mewawancarai Anda sebagai salah satu calon kuat yang sudah melamar dan jika Anda menerima wawancara itu, akan dijamin bahwa lamaran Anda diperlakukan secara adil dan tepat."
Salah satu ejekan mengatakan, 'Tidak dapat pekerjaan sejak tamat dari universitas'. (BBC)Sebelum adanya permintaan maaf tersebut, Jacobs mengaku amat marah mendapat email yang penuh ejekan.
"Saya pikir betapa beraninya seseorang berkomentar tentang biodata saya dan tentang saya. Saya benar-benar marah," tuturnya kepada BBC.
(ita/ita)










































