Para aktivis mengatakan ribuan perempuan diceraikan di India melalui praktek mengucapkan talaq tiga kali. (AFP)
Mahkamah Agung India secara resmi memulai sidang praktek cerai kilat yang mengundang kontroversi karena perceraian bisa dilakukan hanya dengan mengucapkan talak tiga kali bagi pemeluk Islam di negara itu.
MA mengatakan akan mengkaji apakah praktek yang dikenal dengan 'talaq tiga kali' merupakan hal yang fundamental dalam praktek agama di India.
India adalah salah satu dari hanya sedikit negara di dunia yang memungkinkan pria Muslim dapat menceraikan istrinya secara cepat dengan mengucapkan kata talaq atau cerai tiga kali.
Namun para aktivis mengatakan praktek itu diskriminatif.
- Kongres ulama perempuan: "Poligami bukan tradisi Islam"
- Timnas Cina kalah, istri pemain ungkap skandal cinta suaminya
- Bercerai uang kembali: Jaminan hotel di Swedia
Banyak kelompok Muslim di India menentang campur tangan MA dalam urusan agama walaupun langkah tersebut didukung oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Isu sensitif ini akan dikaji oleh panel hakim agung yang terdiri dari lima hakim, beragama Hindu, Sikh, Kristen, Zoarastria dan seorang Muslim.
Shayara Bano mengajukan petisi melarang talaq tiga kali ke MA. (BBC)
Panel ini telah menerima beberapa petisi yang dibuat oleh perempuan Muslim dan kelompok hak asasi untuk dijadikan satu kasus.
Muslim adalah minoritas terbesar di India dengan jumlah 155 juta jiwa dan perkawinan serta perceraian diatur dalam hukum Islam.
Talaq tiga kali di negara lain
Para aktivis mengatakan sebagian besar negara dengan penduduk mayoritas Islam, termasuk Pakistan dan Bangladesh, telah melarang talaq tiga kali.
Selama bertahun-tahun, perempuan Muslim India juga menuntut pelarangan praktek ini.
Shayara Bano -- salah seorang yang menyusun petisi menentang talaq tiga kali -- mengatakan kepada BBC bahwa ia tengah mengunjungi orang tuanya saat menerima surat dari suaminya yang menceraikannya.
Upayanya untuk mengontak suaminya yang sudah menikah dengannya selama 15 tahun juga tak berhasil.
Para pembuat petisi menginginkan larangan total talak tiga kali. (AFP)
"Ia mematikan telepon. Saya tak bisa mengontaknya," katanya melalui telepon tahun lalu dari kota Uttarakhand. "Saya khawatir dengan anak-anak saya, kehidupan mereka hancur."
Bulan Februari tahun lalu, ia mengajukan petisi ke MA dan menuntut dilarangnya praktek talaq tiga kali, yang memungkinkan pria Muslim memperlakukan istri mereka seperti 'layaknya barang milik pribadi'.
Para pemuka agama mengatakan Quran secara rinci menyebutkan bagaimana melakukan perceraian dengan waktu tiga bulan sehingga memungkinkan pasangan melakukan refleksi dan kemungkinan rekonsiliasi.
Pegiat mengatakan para perempuan dirampas haknya yang ditetapkan dalam Quran. (AFP)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak pria Muslim di India yang menceraikan istri mereka melalui surat atau telepon atau bahkan melalui SMS.
Selain itu juga ada bentuk perceraian yang dilakukan melalui Skype, WhatsApp, atau Facebook.
(ita/ita)










































