Video Barghouti Makan Saat Aksi Mogok Tahanan Palestina Disebut Palsu

BBC World - detikNews
Selasa, 09 Mei 2017 13:59 WIB
Tel Aviv -

Tersebarnya video yang tampak memperlihatkan Marwan Barghouti melanggar aksi mogok makannya di tahanan Israel disebut pihak Palestina sebagai 'berita palsu'.

Salah seorang tokoh Palestina yang ditahan di penjara Israel tersebut melakukan aksi mogok makan tiga pekan lalu.

Namun video yang diungkapkan oleh Dinas Penjara Israel memperlihatkan Barghouti diduga makan dua kali, yaitu pada tanggal 27 April dan 5 Mei.

Istri Barghouti, Fadwa, mengatakan rekaman video itu palsu dan dimaksudkan untuk melemahkan semangat para tahanan asal Palestina yang melakukan mogok makan di penjara Israel.

Sementara Ketua Klub Tahanan Palestina, Qadoura Fares, menyebut video dibuat-buat dengan menegaskan Barghouti ditahan di dalam sel terasing di Penjara Kishon sehingga tidak mendapat akses untuk makanan.

"Perang psikologis seperti ini kami perkirakan dilancarkan Israel untuk menentang aksi mogok makan," jelasnya seperti dikutip kantor berita Associated Press.

'Makan' di dalam toilet

Lebih dari 890 tahanan melakukan aksi mogok makan sejak 17 April lalu untuk menuntut peningkatan layanan kesehatan, kunjungan yang lebih sering dari keluarga, dan penghentian penahanan tanpa proses pengadilan.

Tidak disebutkan bagaimana rekaman video tersebut diperoleh, namun sumber-sumber di koran Haaretz mengatakan bahwa Barghouti diperangkap.

Rekaman sepanjang sekitar sembilan menit diumumkan Dinas Penjara Israel Minggu (07/05) dengan adegan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Barghouti melakukan gerakan di dalam sel penjara.

Bagian pertama, tertanggal 27 April, memperlihatkan pria bersangkutan membuka sebuah amplop putih, memeriksa isinya, sebelum duduk di toilet dalam sel dan menutup pintu.

Pandangan terhalang namun pihak penjara mengatakan bahwa isi amplop tersebut adalah kue-kue.

Pada bagian kedua, 5 Mei, pria yang sama terlihat membuka amplop, berjalan ke toilet, dan mengambil sesuatu yang menurut pihak penjara adalah jajanan.

Kali ini, pintu toilet terbuka dan pria tersebut tampak membuka bungkus jajanan berbentuk batangan dan mematahkan sepotong untuk dimasukkan ke mulutnya.

Pria bersangkutan kemudian tampaknya makan sekantong garam.

"Aksi mogok makan ini tidak pernah terkait kondisi dari terpidana teroris, yang memenuhi standar internasional," kata Menteri Keamanan Umum Israel, Gilad Erdan.

"Barghouti adalah pembunuh dan hipokrit yang mendesak rekan tahanan untuk mogok dan menderita sementara dia makan di belakang mereka."

Israel tahun 2004 lalu menyatakannya bersalah dalam lima dakwaan pembunuhan namun pengadilannya -pada masa intifada kedua Palestina- membuat dia menjadi semakin terkenal dan mendapat dukungan meluas dari berbagai faksi-faksi Palestina.

Dia juga disebut-sebut sebagai salah satu penerus Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas.



(ita/ita)