Media melaporkan, hadiah yang ditawarkan bagi warga Beijing itu bisa mencapai 500.000 yuan (hampir Rp 1 miliar) jika memberi informasi tentang operasi mata-mata asing.
Pejabat pemerintah kota menyebut, warga kota seyogyanya ikut membantu "membangun secara perlahan, Tembok Besar dalam memerangi kejahatan dan menjaga negara dari para mata-mata."
- Pegawai Deplu AS sembunyikan kontak dengan mata-mata Cina
- Cina dan Taiwan bertukar mata-mata
- Menantu Presiden Trump batalkan perundingan bisnis dengan perusahaan Cina
Tahun lalu pihak berwenang sudah meluncurkan kampanye serupa, antara lain peringatan agar tidak jatuh dalam rayuan para spion asing.
Dalam ketentuan baru yang diumumkan oleh dinas keamanan pemerintah kota Beijing itu disebutkan, warga bisa menyampaikan informasi secara langsung, atau melalui layanan telepon khusus, hotline, atau melalui pos.
Hadiah yang disediakan berkisar antara 10.000 hingga 500.000 yuan (sekitar Rp 20 juta hingga Rp 1 miliar), tergantung seberapa berguna informasi itu 'dalam mencegah atau menghentikan spionase, atau dalam membongkar kasus spionase,' sebagaimana dikutip berbagai media, antara lain Beijing Daily.
- Perwira AL AS dituduh jadi mata-mata Taiwan dan Cina
- Cina larang warga Xinjiang pelihara janggut panjang dan jilbab di ruang publik
- Sebuah laptop berisi rencana Trump Tower dicuri
Pihak berwenang menyatakan, sebagai jantung pemerintah dan inovasi China, Beijing "adalah salah satu pilihan pertama bagi dinas-dinas rahasia dan lainnya yang dengan ganas melancarkan infiltrasi, pemecahbelahan, subversi, penghancuran dan pencurian."
Aparat menyatakan, Januari lalu sekelompok nelayan di provinsi Jiangsu menemukan benda tak dikenal bertuliskan kata-kata asing," saat menjala ikan dan menyerahkannya kepada aparat.
Benda itu ternyata adalah 'piranti mata-mata yang mengumpulkan data dari China.'
(ita/ita)










































