Perdagangan akan menjadi tema utama pembicaraan pemimpin dari dua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu, namun juga tampaknya akan membahas Korea Utara dan Taiwan.
Hubungan Beijing dan Washington sempat memanas ketika Presiden Trump menerima panggilan telepon dari Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, namun belakangan Trump menegaskan kebijakan Satu China.
- Menantu Presiden Trump batalkan perundingan bisnis dengan perusahaan Cina
- Pegawai Deplu AS sembunyikan kontak dengan mata-mata Cina
- Kapal induk AS mulai patroli 'rutin' di Laut Cina Selatan
China -yang tetap menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang- langsung menyatakan protes setelah percakapan telepon itu.
Bulan Desember, dalam sebuah wawancara TV, Trump juga sempat mempertanyakan kebijakan Satu China.
(AP/VincentThian) PresidenTrump berpendapat China 'tak berbuat banyak untuk membantu' menghadapi Korea Utara.
"Saya memahami sepenuhnya kebijakan Satu China namun saya tidak paham kenapa kami harus terikat pada Satu Cina kecuali kami memiliki kesepakatan dengan China yang menyangkut hal-hal lain, termasuk perdagangan."
Komentar Presiden Trump itu ditanggapi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, yang menegaskan kebijakan Satu China adalah dasar dari hubungan dengan Washington.
Setelah Abe ke Mar-a-LagoBeberapa kerikil lain dalam hubungan kedua negara antara lain mencakup komentar Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, tentang peningkatan keberadaan militer China di Laut China Selatan.
Tillerson menyarankan agar AS menutup akses ke pulau buatan yang dibangun China di wilayah perairan yang masih menjadi sengketa antar beberapa negara tersebut.
Namun percakapan telepon antara Trump dan Xi pada pertengahan Februari -yang antara lain berisi penegasan Trump untuk mendukung Satu China- 'menyejukkan' kedua negara.
- Setelah sempat 'meragukan, Presiden Trump menghargai Satu Cina
- Trump tuduh Cina 'memperkosa' AS terkait perdagangan
- Donald Trump siap kerja sama dengan Rusia dan Cina
Korea Utara juga menjadi sumber masalah bagi Cina dan AS karena Trump berpendapat Cina 'tak berbuat banyak untuk membantu' menghadapi negara yang dianggap 'suka berperang' dan yang 'selama beberapa tahun mempermainkan Amerika Serikat'.
Pemilihan tempat pertemuan di Mar-a-Lago agaknya menekankan pentingnya kunjungan Presiden Xi karena sebelumnya, pada Bulan Februari, di tempat inilah Presiden Trump menyambut Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
(Reuters) PM Jepang,ShinzoAbe (kiri), sempat main golf bersama PresidenTrump dalam kunjungan keFlorida, Februari lalu.
Baru kedua pemimpin negara besar Asia itu saja yang datang ke Mar-a-Lago untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat.
Namun tampaknya Xi tidak akan main golf di sana, seperti yang dilakukan Abe.
(nwk/nwk)









































