Rambu tersebut bergambar siluet seorang pria Yahudi ortodoks yang mengenakan topi tradisional Fedora dan terpasang pada sebuah tiang lampu di Stamford Hill pada Selasa (14/3).
Seorang warga Yahudi yang berada di lingkungan tersebut, melihat rambu tersebut dan melaporkannya kepada polisi.
- Buka puasa di sinagog: 'Rayakan perbedaan'
- Umat Islam AS galang dana untuk perbaikan pemakaman Yahudi
- Sejumlah muslim AS siap menjaga pusat kegiatan umat Yahudi
Barry Bard, warga Yahudi di Shomrim, London, mengatakan rambu tersebut merupakan yang pertama yang ditemukan dalam jenisnya, dan mencemaskan masyarakat setempat karena perencanaannya yang cermat.
Ia mengatakan: "Orang-orang dari Stamford Hill, dengan sedih saya katakan, sudah sangat biasa dengan berbagai ungkapan kebencian anti-Semit, tapi kebanyakan merupakan menjadi pelecehan verbal atau serangan."
"Orang yang merencanakan (pembuatan rambu ini) jelas berupaya untuk menakut-nakuti dan meresahkan masyarakat setempat."
- Penggusuran umat Yahudi dari Amona mendapat perlawanan
- Serangan anti-Yahudi meningkat di Inggris tahun ini
- Prancis terapkan hukuman baru untuk kejahatan bermotif kebencian
Menteri Dalam Negeri bayangan sekaligus anggota parlemen setempat, Diane Abbott, mengatakan hal itu 'menjijikkan' dan 'tidak bisa diterima,' sementara anggota parlemen Partai Buruh dari Tottenham, David Lammy menyebutkan hal itu sebagai hal yang 'tercela, perilaku buruk yang tidak mendapat tempat sama sekali dalam masyarakat kita."
(nwk/nwk)










































