DetikNews
Jumat 17 Februari 2017, 21:55 WIB

Bagaimana Kalau Menge-charge Telepon di Kafe Tak Lagi Gratis?

BBC Magazine - detikNews
Bagaimana Kalau Menge-charge Telepon di Kafe Tak Lagi Gratis? (Reuters) Galina Pokorny menduga kafenya di Wina, Austria, yang pertama kali menerapkan tarif mengecas telepon jika terlalu lama.
Wina - Banyak orang yang begitu masuk ke kafe, yang dicari pertama kali adalah sambungan internet dan tempatmenge-charge telepon genggam, yang biasanya gratis.

Namun tampaknya hari-hari gratis mengecas telepon akan berakhir, paling tidak begitulah yang terjadi di sebuah cafe di Wina, Austria.

Kesal karena para pelanggan mengecas telepon genggam selama berjam-jam, seorang pemilik kafe, Galina Pokorny, menetapkan tarif 1 Euro atau sekitar Rp14.000 jika menge-charge terlalu lama.

"Turis, selalu listrik, listrik, listrik. Maaf ya, siapa yang akan membayar?" katanya.

Kafe, kopi
(BBC) Banyak yang masuk kafe mengharapkan sambungan internet danmenge-charge gratis.

Jadi Pokorny menetapkan peraturan: menge-charge 15 menit saat minum kopi gratis tapi lebih dari itu akan ditambahkan ke tagihan.

Tarif juga dikenakan untuk komputer jinjing serta komputer meja dan akan dikalikan dengan jumlah peralatan yang dicas.

"Semakin lama semakin ekstrem. Orang datang dan berpikir semuanya bisa diperoleh dan gratis...."

Pokorny menduga kafenya yang pertama menerapkan tarif tersebut di Austria sejak tahun lalu namun baru menjadi berita pekan ini setelah satu surat kabar melaporkan 'tagihan besar' untuk biaya 'menge-charge'.

Kafe, kopi
(BBC) Sebuah kafe diLondon sudah menerapkan pembatasan sambungan internet gratis agar pelanggan tak menghabiskan waktu berjam-jam di satu meja.

Cuma pertanyaannya apakah tarif 1 Euro layak? Ada yang mengatakan ya tapi sebagian berpendapat terlalu mahal.

Sebagai gambaran, tahun lalu situs internet teknologi ZDNet menghitung biaya untuk menge-charge telepon pintar selama setahun sebesar US$0,84 atau 0,79 Euro atau Rp11.000.

Terlepas dari tarif yang ditetapkan, Pokorny rupanya bukan satu-satunya pemilik kafe yang kesal dengan pelanggan yang lebih sibuk dengan sambungan internet dan menge-charge telepon dibanding minum kopi.

Kafe, kopi
(BBC) Bagaimanapun banyak pula yang merasa nyaman menyelesaikan sebagian kerjanya di kafe.

Beberapa pemilik kafe di Austria juga mengeluh dengan suasana yang diciptakan para profesional yang sibuk dengan telepon genggam, bukannya ngobrol asyik dengan teman atau bersama keluarga.

Maka untuk menghindari kafenya dijadikan ruang kerja, ada yang sengaja menyembunyikan colokan listrik, menetapkan waktu duduk, dan membatasi sambungan internet gratis atau bahkan meniadakannya sama sekali.

Jadi mungkin saatnya bersiap-siap ketika masuk kafe, jangan lagi mengharapkan sambungan internet atau mengecas baterai gratis.


(nwk/nwk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed