Menteri Perdagangan Ann Linde, yang memimpin delegasi pengusaha Swedia ke Iran pekan lalu, dikritik karena mengenakan kerudung.
Langkah itu diambil setelah Swedia menegaskan memiliki 'pemerintahan feminis' pertama di dunia.
Kritik atas Linde antara lain dilancarkan oleh para politikus Swedia dan juga pegiat hak asasi perempuan Iran.
"Hal itu menghancurkan yang disebut sebagai kebijakan luar negeri feminis pertama," kata Ketua Partai Liberal, Jan Bjorklund, yang juga menyebut para perempuan di Iran menderita tekanan lewat perundang-undangan.
- Austria 'sepakat' larang niqab dan burka di tempat umum
- Menteri Dalam Negeri Jerman desak pelarangan pengunaan burka
- Mayoritas warga Inggris mendukung larangan burka
Bjorklund berpendapat pemerintah Swedia mestinya mengajukan permintaan agar para anggota delegasi perempuan tidak diharuskan mengenakan kerudung.
Dan jika tidak disetujui, maka semua kesepakatan perdagangan seharusnya ditandatangani di Swedia atau di negara ketiga.
(AFP) Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengenakan kerudung dalam kunjungan ke Teheran, April lalu.
Menantang ketimpangan
Namun Linde mengatakan kepada koran Aftonbladet bahwa dia tidak ingin melanggar undang-undang Iran dan karena satu-satunya pilihan adalah mengirim delegasi yang semua pria maka dia diminta mengenakan kerudung.
Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven, yang juga brada di Iran menegaskan dia mengangkat masalah hak asasi manusia dalam pertemuannya dengan Presiden Hassan Rouhani.
(AP)AnnLinde menandatangani dokumen dengan Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga,ShahindokhtMolaverdi.
Seorang wartawan dan pegiat Iran, Masih Alinejad, juga mengkritik para pejabat perempuan Swedia yang mengenakan kerudung di Iran.
"Karena jika Anda feminis dan peduli dengan kesetaraan maka Anda harus menantang ketimpangan di semua tempat. Mereka harus berdiri di atas nilai-nilai mereka," tegasnya kepada BBC.
Pemerintah Swedia mengatakan kesetaraan pria dan laki-laki merupakan tujuan mendasar dari kebijakan luar negerinya.
(AFP)MichelleObama tidak mengenakan kerudung saat berkunjung ke Arab Saudi pada 2015.
Tahun 2015, Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, tidak mengenakan kerudung dalam kunjungan ke Arab Saudi setelah wafatnya Raja Abdullah, walaupun sejumlah pemimpin perempuan sebelumnya mengenakan kerudung dalam lawatan ke Arab Saudi.
Arab Saudi tidak mengharuskan tamu perempuan asing untuk mengenakan kerudung, berbeda dengan di Iran.
Dan Linde mengatakan tidak akan mengenakan kerudung dalam rencana kunjungan ke Arab Saudi mendatang.
(nwk/nwk)










































