Di kalangan para ahli, takut atau fobia terhadap tangga dikenal dengan istilah bathmophobia.
Dr Abigael San, psikolog di London kepada BBC Newsbeat menjelaskan fobia terhadap anak tangga atau jalan yang menurun masuk dalam kategori takut dengan ketinggian.
Salah satu contoh dari fobia ini adalah takut dengan eskalator, yang menurut Dr San, termasuk cukup sering dijumpai.
Sejauh ini belum ada penjelasan resmi soal benar tidaknya Presiden Trump takut dengan anak tangga. Tapi bagaimana orang bisa mengalami fobia ini?
- Presiden Trump 'menghancurkan mimpi-mimpi saya'
- Trump pecat Jaksa Agung AS karena tolak bela keputusan soal imigrasi
- Inilah orang-orang yang meninggalkan AS karena Trump
Ada dua faktor, kata Dr San, yaitu biologis dan lingkungan. Faktor biologis bisa dilacak ratusan atau ribuan tahun yang lalu ketika manusia yang hidup di alam mungkin takut dengan laba-laba atau binatang yang punya racun.
Faktor lingkungan terkait dengan pengalaman langsung yang dialami seseorang. Misalnya, pernah jatuh ketika menuruni anak tangga atau melihat seseorang yang sangat takut dengan tangga.
(Reuters)DonaldTrump menuruni anak tangga helikopter kepresidenan.
Jika fobia terhadap tangga ini belum bisa dipastikan, maka kekhawatiran Presiden Trump terhadap kuman sudah ditemukan bukti pendukungnya.
Pada 1997, di buku The Art of the Comeback, President Trump menulis bagaimana ia sangat enggan untuk berjabat tangan karena khawatir terkena kuman. "Salah satu kutukan di masyarakat Amerika adalah bersalaman ... semakin sukses seseorang, makin sering ia harus bersalaman," demikian kira-kira tulisan Trump di buku tersebut.
Ia mengakui merasa sangat enak begitu selesai membersihkan atau mencuci tangannya.
Dr San mengatakan fobia tidak selamanya berefek negatif. Kadang kekhawatiran yang ditimbulkan oleh ketakukan terhadap sesuatu bisa dipakai sebagai pemicu semangat atau sebagai faktor pendorong.
Ia pernah punya klien seorang bintang pop di Inggris yang selalu mengalami demam panggung. Tapi kekhawatiran ini berhasil ia ubah menjadi energi positif, yang akhirnya justru membantu karier bintang pop tersebut.
(nwk/nwk)










































