Kayu Indonesia Pertama Berlisensi Tiba di Inggris

Kayu Indonesia Pertama Berlisensi Tiba di Inggris

BBC Indonesia - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 18:15 WIB
Kayu Indonesia Pertama Berlisensi Tiba di Inggris
(KBRI London) Plywood berlisensi Indonesia di pelabuhan Tilbury.
London - Pengirimanplywood Indonesia yang berlisensi tiba di Inggris, produk kayu pertama yang memiliki sertifikasiantipenebangan liar Uni Eropa.

Sebanyak 17 kontainer plywood - bahan untuk pintu dan juga lantai kayu- telah tiba di pelabuhan Liverpool dan Tilbury, bagian lebih dari 20 peti kemas yang dikirim ke negara-negara Uni Eropa lain berdasarkan lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade).

Indonesia merupakan negara pertama yang memiliki lisensi ini setelah melalui proses selama sembilan tahun dan mulai berlaku sejak pertengahan November lalu.

Berdasarkan sertifikasi ini, produk kayu Indonesia tidak perlu lagi melalui uji kelayakan ketat yang diterapkan oleh Uni Eropa dan diperkirakan ekspor akan meningkat, kata Duta besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma.

"Lisensi ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk kayu di pasar Eropa dan Inggris karena memang permintaan konsumen di pasar Eropa harus memperhatikan faktor governance, legalitas kayu dan sebagainya," kata Rizal kepada BBC Indonesia setelah secara simbolis membuka peti kemas plywood berlisensi di pelabuhan Tilbury pada Senin (16/01).

"Dengan lisensi FLEGT, produk kayu Indonesia berasal dari sumber yang legal...FLEGT juga menunjukkan komitmen untuk melestarikan hutan dan upaya menanggulangi dampak tidak langsung perubahan iklim," tambah Rizal.

Data dari Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) menunjukkan 17 kontainer yang dikirim ke Inggris termasuk oleh perusahaan dari Sibolga, Sumatera, PT Mujur, dan perusahaan di Kalimantan Timur, PT Kutai Timber.

Persaingan ketat masuk pasar Eropa

Menlu Retno Marsudi
(EUFLEGT) Menteri Luar NegeriRetnoMarsudi danKarmenuVella, Komisaris Uni Eropa untuk Lingkungan, Perikanan dan Maritim dalam penyerahan secara simbolis lisensiFLEGT November lalu.

Ketatnya persaingan produk kayu di Eropa sempat membuat ekspor plywood Indonesia menurun.

Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Indonesia di London, Hastin Dumadi mengatakan ekspor produk kayu Indonesia tahun 2015 ke Inggris bernilai sekitar US$127 juta atau sekitar Rp1,7 triliun dan diperkirakan semakin meningkat tahun ini setelah penerapan lisensi FLEGT.

Peti kemas plywood tiba di pelabuhan Tilbury.
(KBRILondon) Peti kemasplywood tiba di pelabuhanTilbury.

Yansen Ali, dari perusahaan Mujur Timber, mengatakan perusahaannya akan mengirimkan paling tidak 40 peti kemas ke Eropa setiap bulan dengan nilai US$2 juta.

Yansen mengatakan seperti dikutip perusahaan pemasaran produk kayu, The Internationale Holzboerse GmbH (IHB), kenaikan pengapalan perusahaan ini diperkirakan meningkatkan sekitar 30%.

Sejumlah perusahaan Indonesia lain yang disebutkan perusahaan ini mengirimkan plywood ke Eropa termasuk Korindo Ariabima Sari dan Kayu Lapis Indonesia dengan menggunakan pelabuhan-pelabuhan di Jakarta, Medan, Pangkalan Bun dan Surabaya.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads