Sebuah gugatan pengadilan menuding, pesawat-pesawat terbang membuang kotoran toilet mereka di atas kawasan permukiman di bandara New Delhi.
Kotoran toilet pesawat disimpan dalam tangki khusus, biasanya dibuang saat pesawat mendarat. Namun otoritas penerbangan internasional mengakui bahwa kebocoran toilet bisa terjadi saat pesawat mengudara.
Pengadilan memerintahkan otoritas penerbangan untuk memastikan bahwa tak ada pesawat yang membuang kotoran di mana pun saat berada di udara.
Mahkamah Hijau Nasional, sebuah pengadilan lingkungan, juga memerintahkan otoritas penerbangan untuk memastikan bahwa "pesawat-pesawat yang baru mendarat bisa sewaktu-waktu diperiksa untuk melihat apakah tangki toilet mereka kosong," lapor the Press Trust of India .
"Jika ada maskapai yang melanggar, dan tanki mereka ditemukan kosong saat mendarat, mereka harus membayar denda lingkungan sebesar 50.000 rupee," kata pengadilan.
- Nenek usia 105 tahun pelopori pembangunan toilet di India
- Lupakan kesedihan tak punya anak, ibu di India tanam ratusan pohon
Perintah ini dikeluarkan menyusul gugatan seorang pensiunan perwira yang menuding maskapai penerbangan membuang tinja di atas kawasan permukimannya.
Ia mengatakan bahwa 'dinding dan lantai' teras rumahnya penuh dengan percikan tinja yang dibuang saat terbang di sekitar bandara."
Betapa pun, belum jelas apakah temuan itu bisa menyimpulkan bahwa tinja itu memang berasal dari pesawat.
Hal lain, kementerian penerbangan juga menyangkal gugatan itu dan berdalih bahwa tinja disimpan dalam tangki khusus yang akan dibersihkan di darat.
Seorang pilot senior mengatakan, langka sekali suatu pesawat membuang sesuatu dari udara, kecuali jika harus membuang bahan bakar dalam keadaan darurat.
Dalam perkembangan lain, tinja beku manusia sering juga terbentuk di sekitar toilet di bagian luar pesawat, lalu jatuh ke bumi.
Tinja beku itu disebut 'es biru' karena cairan kimia yang ditambahkan ke dalam toilet pesawat berwarna biru untuk membuang bau dan menghancurkan tinja.
Jatuhnya 'es biru' ini tidak bisa dikatakan sering, namun pernah terjadi.
(nwk/nwk)









































