Trump: Amerika Serikat Harus Memperluas Senjata Nuklir

Trump: Amerika Serikat Harus Memperluas Senjata Nuklir

BBC World - detikNews
Jumat, 23 Des 2016 19:02 WIB
Trump: Amerika Serikat Harus Memperluas Senjata Nuklir
(JIM WATSON/AFP) Trump akan diambil sumpah sebagai presiden Amerika pada 20 Januari 2017.
Washington DC - Presiden terpilih Amerika SerikatDonaldTrump mengatakan negara itu harus meningkatkan dan memperluas kemampuannuklirnya.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan lewat Twitter pada Kamis (22/12), Trump mengatakan bahwa senjata nuklir harus dibangun sampai dunia sadar terkait nuklir ini.

Ia tidak memberikan informasi lebih lanjut dan tim transisinya belum mengeluarkan pernyataan.

Twitter Trump
(Twitter)

Wartawan BBC di Washington, Laura Bicker, melaporkan pernyataan Trump tersebut berbeda sekali dengan kebijakan Presiden Barack Obama, tetapi sejalan dengan kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Beberapa jam sebelum pernyataan Trump dikeluarkan, Presiden Putin mengadakan pertemuan dengan para pejabat militer untuk merangkum kegiatan militer Rusia selama tahun 2016.

Dikatakan oleh Putin bahwa Rusia perlu memperkuat potensi nuklirnya dan mengembangkan rudal yang dapat menembus sistem pertahanan rudal yang ada sekarang dan yang ada di masa depan.

Presiden Putin dan para pejabat militer
(GettyImages)Putin dan para pejabat militer membahas aktivitas militer Rusia selama tahun 2016.

Ditambahkannya, Rusia "harus secara hati-hati memantau segala perubahan keseimbangan kekuasaan dan situasi militer-politik di dunia, khususnya di sepanjang perbatasan Rusia", kemungkinan merujuk pada pertahanan rudal Amerika di Eropa timur, yang menurut Pentagon, untuk menangkal Iran.

Amerika Serikat mempunyai 7.100 senjata nuklir dan Rusia menyimpan 7.300 senjata nuklir, kata lembaga nonpartisan Asosiasi Pengontrolan Senjata.

Di masa kampanye lalu, Donald Trump mengatakan bahwa proliferasi nuklir merupakan "masalah tunggal terbesar" yang dihadapi dunia, tetapi ia juga mengatakan tidak akan mengesampingkan penggunaan senjata nuklir terhadap Eropa.

(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads