China merampas wahana tak berawak itu di perairan internasional pada Kamis (15/12). China tak menjelaskan alasannya dan menuding AS 'membesar-besarkan' insiden itu.
Presiden terpilih AS Donald Trump menuduh China melakukan 'pencurian.'
"Kita harus mengatakan kepada China bahwa kita tidak ingin drone yang mereka curi dikembalikan, biarkan mereka saja menyimpannya!" cuitnya 'secara sarkastik' melalui Twitter.
- Cina 'menyita drone AS' di Laut Cina Selatan
- Pascakemenangan Trump, Cina incar peluang Amerika yang melemah
Insiden ini merupakan salah satu konfrontasi militer yang paling serius antar dua kekuatan selama beberapa dasawarsa.
Pentagon mengatakan pesawat tak berawak yang dikenal sebagai UUV (wahana tak berawak bawah air), tengah digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah pada saat dirampas.
Mereka memperingatkan China untuk tidak mengulangi langkah tersebut di masa yang akan datang.
Namun, kemudian seorang juru bicara mengatakan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan pada Sabtu (17/12).
"Lewat perjanjian langsung dengan pihak berwenang China, kami akhirnya mencapai kesepakatan bahwa China akan mengembalikan UUV ke Amerika Serikat," kata juru bicara Pentagon Peter Cook dalam sebuah pernyataan.
Kementerian pertahanan China mengatakan drone itu akan dikembalikan dengan 'cara yang pantas,' namun belum jelas kapan pengembalian itu akan dilakukan.
Sebelumnya, kementerian pertahanan menanggapi reaksi AS, menyebutnya 'tidak pantas dan tidak membantu.'
TWITTER Presiden terpilih AS, Donald Trump mencuit dalam twitternya dengan mengatakan China tidak usah mengembalikan drone yang mereka curi.
TWITTER Sempat terjadi kesalahan ejaan dalam cuitanTwitterDonaldTrump, namun kemudian dikoreksi.Trump membangkitkan kemarahan warga China setelah berbicara dengan pemimpin Taiwan di telepon awal bulan ini, memecahkan tradisi diplomasi AS selama ini dalam sengketa China dan Taiwan.
Sebelumnya, sempat terjadi kesalahan ejaan dalam Twitter yang soal tudingan pencurian terhadap China, dan banyak dicemoohkan di media sosial. Ia seharusnya menulis unprecedented atau belum pernah terjadi sebelumnya, menjadi unpresidented. Namun kini ia telah memperbaikinya
(BBC) Peristiwanya terjadi di Laut China Selatan sekitar 80 km barat laut dariSubicBay, Filipina.
Kapal angkatan laut China menyita drone tak berawak di Laut China Selatan sekitar 80 km barat laut dari Subic Bay, Filipina, pada Kamis (15/12).
Wahana ini diambil dan diperiksa untuk menjaga keselamatan kapal-kapal yang lewat, kata Kementerian Pertahanan China dalam sebuah pernyataan.
AS mengatakan pesawat tak berawak itu sedang dioperasikan oleh kontraktor sipil dan hendak diambil oleh USNS Bowditch, sebuah kapal penelitian oseanografi.
AS sudah melayangkan pengaduan diplomatik resmi kepada China atas insiden tersebut.
Senator Ben Cardin, tokoh Partai Demokrat anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS menyebut perampasan ini sebagai 'sebuah pelanggaran yang sangat kurang ajar terhadap hukum internasional', sementara Senator Senior dari Partai Republik John McCain mengatakan Amerika tidak boleh mentolerir 'perilaku tak tahu malu seperti ini'.
(USNAVY) KapalUSNSBowditch berada di wilayah tersebut untuk melakukan penelitian.
Para pengamat mengatakan, peristiwa perampasan itu adalah insiden militer yang paling signifikan antara kedua negara sejak terjadinya tabrakan di udara antara sebuah pesawat pengintai Angkatan Laut AS dan sebuah jet tempur China yang menyebabkan kematian pilot China pada tahun 2001.
Penyitaan ini kemungkinan akan makin meningkatkan kecemasan AS tentang meningkatnya kehadiran militer China di Laut China Selatan.
China telah mengklaim hak teritorial atas bagian-bagian di wilayah tersebut, namun klaim itu disengketakan. Belum diketahui jelas apakah China mengklaim wilayah tempat pesawat tak berawak itu disita.
Awal pekan ini sebuah lembaga mengatakan, foto udara menunjukkan bahwa China telah membangun sistem persenjataan di seluruh pulau buatan yang mereka bangun di laut, dengan mengabaikan protes AS.
(nwk/nwk)










































