--
Sebelumnya, pada September lalu, kelompok Misuari juga disebut oleh pemerintah Filipina 'membantu proses pembebasan' tiga orang anak buah kapal WNI dan seorang warga Norwegia.
Saat itu, warga Norwegia Kjartan Sekkingstad dan tiga orang ABK Indonesia, Lorens Koten, Teodurus Kufung dan Emmanuel, diserahkan kepada utusan pemerintah Filipina di kota Indanan, Pulau Jojo, di kamp kelompok pemberontak yang dipimpin Nur Misuari dengan pengawalan yang ketat.
Pada Juli lalu, Kementerian Luar Negeri lewat jubir Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa salah satu upaya pemerintah untuk membebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina adalah dengan meminta bantuan Misuari.
Kenapa NurMisuari dilibatkan dalam pembebasan sandera?Permintaan bantuan kepada Misuari diajukan mengingat dia berperan dalam pembebasan dua kelompok WNI yang disandera sebelumnya.
Berarti sudah empat kali Misuari berhasil membantu membebaskan para sandera.
- Tiga WNI sandera Abu Sayyaf dibebaskan
- Lagi, WNI sandera Abu Sayyaf berhasil melarikan diri
- WNI berhasil melarikan diri dari kelompok Abu Sayyaf
Juli lalu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengungkapkan bahwa Nur Misuari telah dikontak untuk melakukan negosiasi.
"Memang sekarang kita melihat Misuari banyak membantu kita karena Misuari punya hubungan baik dengan kita. Jadi biarlah mereka dulu melakukan negosiasi, kita hadir memberikan asistensi," ujar Luhut, saat itu.
Dari pihak Filipina sendiri, negosiator perdamaian pemerintah Jesus Dureza mengatakan bahwa, "Terobosan terbaru (soal pembebasan sandera) ini adalah gabungan dari upaya yang diprakarsai oleh Presiden Duterte, bekerjasama dengan MNLF."
Namun sebenarnya siapa NurMisuari dan apa ituMNLF?MNLF pertama muncul pada awal 1970an untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Moro, didirikan oleh Nur Misuari.
Pada 1976, kelompok tersebut menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Manila, namun kesepakatan tersebut tak bertahan.
REUTERSMuhamadSofyan yang ditemukan oleh penduduk di kotaLuuk Agustus lalu mengaku meloloskan diri dari para penculik yang mengancam memenggal kepalanya.
Perjanjian lain, yang ditandatangani pada 1996 memberikan status daerah otonomi untuk kawasan yang banyak didiami penganut Islam, dengan nama Daerah Otonomi Mindanao Muslim, ARMM.
Daerah otonomi itu terdiri dari pulau utama Maguindanao dan Lanao del Sur, serta provinsi kepulauan Sulu, Tawi-Tawi dan Basilan.
Sebagai bagian dari kesepakatan, pendiri dan ketua MNLF, Nur Misuari, ditunjuk sebagai gubernur.
Namun kekuasaannya berakhir pada November 2001, saat dia berusaha memimpin pemberontakan, dan gagal, dan kemudian dipenjara. Pemimpin MNLF lain, Parouk Hussin, kemudian menjadi gubernur ARMM pada 2002.
Pada Februari 2005, pendukung setia Misuari melancarkan serangkaian serangan terhadap tentara di Jolo, pulau terbesar di Kepulauan Sulu.
Reuters Administrasi pemerintahan Presiden FilipinaRodrigoDuterte tengah melakukannegoasiasi damai dengan kelompokMNLF pimpinan NurMisuari.
Pemicunya diduga adalah berlangsungnya operasi militer besar-besaran yang menyasar kelompok muslim bersenjata Abu Sayyaf - yang diduga memiliki kaitan dengan faksi Misuari.
Pada 2007, Misuari diangkat lagi menjadi ketua MNLF, dan pada bulan Agustus tahun yang sama, kelompok tersebut mengaku bertanggungjawab atas penyergapan terhadap tentara di Jolo yang menyebabkan 60 orang tewas.
Namun MNLF disebut sudah semakin lemah, dan banyak faksi yang memisahkan diri.
Salah satu faksi yang melepaskan diri adalah Front Pembebasan Islam Moro, MILF, pada 1977.
MILF lebih berfokus pada akar Islam, sehingga banyak tokoh seniornya adalah ulama.
Apa kaitan MNLF dan Abu Sayyaf?Sama halnya seperti MILF, kelompok muslim bersenjata Abu Sayyaf, di bawah kepemimpinan Abdurajik Abubakar Janjalani, memisahkan diri dari MNLF pada 1991.
Abu Sayyaf adalah jaringan lepas kelompok militan yang terbentuk pada 1990an dengan bantuan dana awal dari jaringan Al-Qaeda Osama bin Laden dan mendapat jutaan dolar dari tebusan sandera.
Kini MNLF, kelompok yang dipimpin oleh Misuari itu, tengah membahas kesepakatan damai dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, setelah berpuluh-puluh tahun melakukan pemberontakan. Dan Abu Sayyaf tidak dilibatkan.
Meski para pemimpin Abu Sayyaf dalam beberapa tahun terakhir menyatakan sumpah setia pada kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS, namun para analis mengatakan bahwa kelompok ini lebih berfokus pada 'bisnis' penculikan yang menguntungkan daripada ideologi keagamaan.
Dukungan nasional terhadap Abu Sayyaf cukup terbatas, namun menurut analis, warga di daerah kekuasaan mereka, Jolo dan Basilan, mendukung aksi para pemberontak ini dan membantu mereka karena tergiur menerima jatah dari pembayaran sandera.
Baik MNLF maupun MILF dilaporkan telah mengecam aktivitas Abu Sayyaf.
(nwk/nwk)










































