Dalam pidato pertamanya di parlemen sejak hampir 20 tahun lalu, Rabu (14/09), dia menyerukan penghentian perpindahan orang Muslim ke Australia dan larangan mengenakan burka.
"Sekarang kita berada dalam bahaya dibanjiri Muslim, yang memiliki budaya dan ideologi yang tidak sesuai dengan kita."
- Perekrut ISIS mengaku menyesal dan 'cinta Australia'
- Demonstran anti-Islam terobos gereja pendukung muslim
- Remaja Australia 'kirim uang untuk ISIS'
"Islam tidak bisa memiliki kehadiran yang signifikan di Australia, jika kita ingin hidup dalam masyarakat yang terbuka, sekuler, dan terpadu," tambahnya.
Reuters Anggota Partai Hijau meninggalkan ruangan sebagai aksi protes.
Sejumlah anggota parlemen memutuskan pergi ketika Hanson -yang terpilih kembali sebagai anggota parlemen pada bulan Juli- menyampaikan pidato.
Sekitar 20 tahun lalu, dia mengkhawatirkan Australia akan dikuasai oleh orang Asia.
- Belasan perempuan Australia 'coba bergabung' ke ISIS
- Perawat Australia yang 'bantu ISIS' ditahan di Sydney
Partai pimpinan Hanson, Partai Satu Bangsa, mendapat empat kursi dalam pemilihan Juli lalu dengan kampanye kebijakan anti-Muslim. Dia sempat mundur dari partai dan divonis tujuh bulan penjara karena pelanggaran pemilihan umum namun hukuman itu kemudian dibatalkan.
Ketua Partai Hijau, Richard Di Natale, bersama rekan sekubunya memperlihatkan sikap protes saat Hanson menyampaikan pidato dengan meninggalkan ruang sidang.
"Rasisme tidak punya tempat di parlemen namun itulah yang baru saja kami dengar dari Senator Hanson. Saya berdiri bersama mereka yang terluka oleh kata-katanya."
(nwk/nwk)










































