Partai Antipendatang 'Unggul' dari Kubu Kanselir Merkel

Partai Antipendatang 'Unggul' dari Kubu Kanselir Merkel

BBC World - detikNews
Senin, 05 Sep 2016 12:07 WIB
Partai Antipendatang Unggul dari Kubu Kanselir Merkel
Partai Alternatif untuk Jerman, AfD, menikmarti dukungan dari pemilih yang antipendatang. (Reuters)
Berlin - Partai yang berkuasa di Jerman pimpinan KanselirAngelaMerkel diperkirakan akan kalah dari partaiantipendatang dalam pemilihan di negara bagian di Jerman timur.

Jajak usai pemberian suara memperlihatkan Partai Persatuan Demokrat Kristen, CDU, berada di tempat ketiga dengan pemenang Partai Sosial Demokrat, SPD, yang beraliran politik kiri-tengah.

Yang mengejutkan adalah tempat kedua dipegang oleh Alternatif untuk Jerman, AfD -kubu antipendatang dan juga anti-Islam- dengan perkiraan meraih 21,4% suara sementara CDU didukung 19,8%.

Pemungutan suara di negara bagian Mecklenburg-West Pomerania, Minggu 4 September, merupakan batu ujian bagi Kanselir Angela Merkel sebelum pemilihan umum 2017 mendatang.

Angela Merkel
Getty Pemilihan diMecklenburg-WestPomerania jadi batu ujian bagiMerkel menjelang pemilu 2017.

Sebelum pemilihan, semua partai Jerman sudah memutuskan tidak akan bersedia membentuk pemerintahan koalisi dengan AfD di negara bagian ini.

Namun pertanda perolehan suara AfD yang kuat bisa diperkirakan memperlemah posisi Merkel, yang menyambut kedatangan para imigran dari kawasan Timur Tengah.

Wiilayah pemilihan Merkel berada di negara bagian Mecklenburg-West Pomerania, yang dulu masuk Jerman Timur.

Di bawah kepemimpinan Merkel, Jerman tahun lalu menerima kedatangan sekitar 1,1 juta pengungsi dan pendatang, yang meningkatkan sentimen antipendatang.

Partai AfD, yang awalnya merupakan partai anti-Eropa, menikmati peningkatan dukungan dari warga Jerman yang tidak mendukung kebijakan Merkel atas pendatang.

Kanselir Merkel -yang sedang mengikuti pertemuan puncak G20 di Hangzho, China- sudah menegaskan kembali kebijakannya.

"Kita tidak mengurangi tunjangan kepada setiap orang di Jerman karena bantuan kepada pengungsi. Kenyataannya, kita menyaksikan peningkatan sosial di beberapa kawasan," jelasnya kepada koran Bild, Sabtu (03/09).

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads