AFP Serangan itu mengguncangkan Prancis dan membuat keadaan darurat diperpanjang.Jumlah orang yang tewas dalam serangan dengan truk pada 14 Juli di Nice, Prancis, meningkat menjadi 86.
Seorang pejabat pemerintah Prancis mengatakan seorang lelaki korban serangan di Promenade des Anglais itu meninggal karena luka-lukanya.
Pria yang belum disebutkan namanya itu meninggalkan seorang istri dan dua anak.
Serangan itu dilancarkan dengan mengarahkan sebuah truk ke kerumunan orang yang tengah merayakan hari nasional Prancis, menggilas dan menabrak ratusan orang.
- Serangan Nice: Lima orang didakwa melakukan tindakan terorisme
- Solidaritas pada pastor yang terbunuh, umat Islam Prancis ikuti misa Katolik
- Mengapa cuitan Islamofobia meningkat di bulan Juli?
Kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam atau ISIS, mengklaim serangan yang dilakukan oleh Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, seorang pria Tunisia yang tinggal di Perancis.
Delapan puluh tiga orang tewas di malam itu juga dan tiga meninggal dunia di rumah sakit akibat luka yang mereka derita.
Di antara yang tewas terdapat 10 anak-anak dan remaja.
- Foto 'menyayat hati' di balik serangan Nice
- Dua orang ditahan terkait serangan Nice
- Serangan Nice: Empat orang ditahan
Getty Empat pria dan seorang perempuan dituduh membantu pengemudi trukMohamedLahouaiej-Bouhlel untuk mempersiapkan serangan teror.Korban yang dibawa ke rumah sakit pada malam itu mencapai 303 orang.
Kejaksaan Prancis telah mendakwa lima orang dengan pidana terorisme karena membantu Mohamed Lahouaiej-Bouhlel.
Empat pria dan seorang perempuan, berusia 22 hingga 40 tahun, dituduh membantu pengemudi truk Mohamed Lahouaiej-Bouhlel untuk mempersiapkan serangan teror.
Mohamed Lahouaiej-Bouhlel sendiri tewas ditembak polisi yang berusaha menghentikan truknya.











































