Pekan lalu, Presiden Rodrigo Duterte sudah memberi persetujuan agar jenazah pendahulunya itu dipindahkan dari kampung halamannya di Batac.
Para pengunjuk rasa berpendapat pemakaman Marcos sebagai pahlawan akan menjadi 'ketidakadilan besar' bagi para korban-korban pelanggaran hak asasi manusia pada masa kepemimpinannya.
- Jenazah Marcos akan dipindahkan ke makam pahlawan
- Filipina bunuh puluhan terduga pengedar narkoba
- Diduga terkait narkoba, para pejabat Filipina serahkan diri
Selama 20 tahun lebih memerintah, Marcos dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan orang, penyiksaaan, dan sejumlah penculikan yang sebagian masih belum terungkap.
Reuters:Marcos dituduh bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran hak asasi manusia.
Belakangan dia digulingkan lewat aksi yang dikenal sebagai Revolusi Kekuatan Rakyat pada tahun 1986.
Pengunjuk rasa menentang agar Presiden Duterte mempertimbangkan kembali keputusannya.
- Parlemen: Duterte resmi presiden terpilih Filipina
- Rodrigo Duterte menyatakan menang pilpres Filipina
- Presiden terpilih Filipina ingin terapkan lagi hukum gantung
Salah seorang senator yang ikut dalam aksi protes, Risa Hontiveros, sudah mengusulkan resolusi senat untuk menentang pemakaman Marcos sebagai pahlawan dengan menyebut Marcos: 'musuh pahlawan-pahlawan kita yang tidak menyesal'.
Presiden Duterte membela keputusannya dengan mengatakan bahwa Marcos seharusnya dimakamkan di TMP Nasional karena 'merupakan tentara Filipina'.
Mendiang ayah Duterte -yang menang dalam pemilihan presiden pada bulan Mei- pernah menjabat sebagai anggota kabinet pada masa pemerintahan Marcos.
(nwk/nwk)










































