
Perhitungan awal memperlihatkan 61,45% pemilih mendukung konstitusi baru.
Mayoritas warga Thailand mendukung rancangan konstitusi yang disusun sebuah komite yang ditunjuk oleh pemerintahan militer.
Perhitungan suara sementara atas referendum Minggu 7 Agustus memperlihatkan sejauh ini 61,45% pemilih mendukung konstitusi baru.
Militer memutuskan untuk mengubah konstitusi setelah merebut kekuasaan pada tahun 2014, menyusul ketidakstabilan politik dan kekerasan sporadis selama beberapa bulan.
- Thailand melakukan pemungutan suara untuk memilih undang-undang baru
- Menulis 'ya' di Facebook, ibu aktivis Thailand diadili
- Pegiat Thailand didakwa atas penerbitan laporan 'penyiksaan militer'

Keamanan ditingkatkan di kawasan Thailand Selatan yang bergejolak.
Para pendukung konstitusi mengatakan rancangan baru akan memulihkan kestabilan namun pengkritiknya mengatakan konstitusi baru akan memperkuat kekuasaan militer.

Pengkritik berpendapat konstitusi baru akan memperkuat kekuasaan militer.
Pemilih juga mendukung poin kedua dalam referendum yang mengusulkan agar senat yang ditunjuk terlibat dalam pemilihan perdana menteri.
Sekitar 200.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan referendum yang berlangsung dengan partisipasi pemilih yang rendah.

Partisipasi dalam referendum dilaporkan rendah.
Dilaporkan terjadi aksi unjuk rasa di beberapa tempat sementara kelompok pengawas pemilih independen tidak mendapat akreditasi dari komisi pemilihan umum untuk melakukan pengamatan atas pemberian suara.
Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head, melaporkan setelah pelaksanaan referendum ini pemerintah militer merencanakan untuk menggelar pemilihan umum pada akhir tahun depan.
(nwk/nwk)










































