Sehari Setelah Bawa Obor Olimpiade, Dokter Legendaris Brasil Wafat

Sehari Setelah Bawa Obor Olimpiade, Dokter Legendaris Brasil Wafat

BBC World - detikNews
Minggu, 07 Agu 2016 16:01 WIB
Sehari Setelah Bawa Obor Olimpiade, Dokter Legendaris Brasil Wafat
Ivo Pitanguy membawa api Olimpiade pada leg terakhir estafet pembawaan obor pesta olahraga tersebut.
Jakarta - Dokter bedah plastik terkemuka BrasilIvoPitanguy meninggal dunia pada usia 90, sehari setelah membawa obor Olimpiade diRio deJaneiro.

Dia meninggal karena serangan jantung di rumahnya di Rio de Janeiro pada Sabtu, kata seorang juru bicara.

Pada Jumat, Pitanguy membawa api Olimpiade melewati kawasan Gavea, leg terakhir dalam estafet pembawaan obor.

Pitanguy menjadikan Brasil sebagai tujuan utama operasi plastik dan mempopulerkan apa yang disebut "pengangkatan pantat ala Brasil".

Namun awalnya dia dihormati karena menyediakan jasanya secara gratis bagi para korban bencana.

Setelah sebuah sirkus tenda membakar ratusan penonton di kota Niteroi, Brasil pada 1961, Pitanguy merawat korban yang menderita luka bakar.

Lewat pernyataan, presiden interim Brasil Michel Temer mengatakan, "Ivo Pitanguy mendedikasikan hidupnya untuk membantu hidup orang lain menjadi lebih baik. Dia akan dikenang."

Ivo Pitanguy saat diwawancara pada 2013.

Saat diwawancara koran Guardian pada 2014, Pitanguy mengatakan, "Saya melihat pentingnya menyelamatkan nyawa dan fungsi kehidupan tapi tak ada yang memberi perhatian pada stigma akan cacat tubuh dan bagaimana orang bergelut dengannya."

Pitanguy yang belajar di Paris dan London kemudian menjadi pionir operasi plastik di Brasil dan seorang "ikon budaya" di negara yang "terobsesi kecantikan", tulis Reuters.

Meski begitu, Pitanguy masih menawarkan layanan gratis bagi pasien miskin sehari dalam sepekan, tambah kantor berita tersebut.

Salvador Dali menjadikannya objek lukisan pada 1999 dan dia menerima penghormatan tertinggi di Rio saat sebuah sekolah samba menggunakan namanya sebagai tema: "Dunia Kecantikan - Tuan Pitanguy".

Jenazahnya dikremasi pada Minggu.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads