Sejumlah badan kemanusiaan menyatakan mereka telah menyelesaikan pengiriman pasokan pangan dan kesehatan untuk kebutuhan sebulan.
- Serangan udara Rusia, pertempuran memanas di Aleppo
- Kisah pengungsi Suriah wujudkan mimpi ke Olimpiade
Lebih 75.000 orang tidak menerima bantuan sejak bulan Juni ketika Yordania menutup perbatasan setelah terjadi serangan mematikan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Keadaan di kamp Rukban dan Hadalat dikabarkan sangat buruk.
"Tidak dapat melintasi perbatasan atau kembali, keadaan yang dialami perempuan, pria dan anak ini semakin buruk setiap hari," demikian pernyataan bersama Program Pangan Dunia (WFP), Badan Pengungsi (UNHCR), Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM).
Mereka menyatakan pengungsi tidak memiliki cukup makanan dan air. Mereka berlindung di tenda darurat sementara suhu mencapai 50 Celcius.
Sejumlah organisasi ini menyatakan telah mengirim 650 ton pasokan selama tiga hari. Tetapi Yordania mengatakan pihaknya tidak mengizinkan pengiriman bantuan ke daerah itu karena masalah keamanan, seperti dilaporlam kantor berita Associated Press.
(fdn/fdn)









































