
Hamas diduga menerima 60% dari dana yang dikirim ke Jalur Gaza oleh badan kemanusiaan Kristen, World Vision.
Israel menuduh pimpinan organisasi kemanusiaan besar dunia di Gaza telah mengalihkan jutaan dolar dana asing kepada kelompok berhaluan Islam Palestina, Hamas, dan sayap militernya.
Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, menuduh Mohammed el Halabi mengalihkan dana lebih dari US$7 juta setiap tahun, atau 60% dari semua dana yang dikirim ke Jalur Gaza oleh badan kemanusiaan Kristen, World Vision, ke Hamas.
Halabi ditangkap pada bulan Juni tahun ini.
World Vision mengatakan pihaknya telah melakukan audit yang biasa dilakukan terhadap berbagai programnya di Gaza.
Organisasi tersebut menyatakan tidak terdapat alasan untuk meyakini tuduhan tersebut sebagai suatu kebenaran.
Israel menduduki Gaza pada perang Timur Tengah tahun 1967 dan menarik pasukan serta para pemukim pada tahun 2005.
Kelompok Hamas dan Fatah, pimpinan Presiden Abbas, menandatangani kesepakatan persekutuan pada tahun 2014 untuk mengakhiri perpecahan selama tujuh tahun, yang menyebabkan Tepi Barat dan Jalur Gaza diperintah penguasa yang berbeda.
(nwk/nwk)










































