Puluhan Hewan di Kebun Binatang Venezuela Mati Kelaparan

Puluhan Hewan di Kebun Binatang Venezuela Mati Kelaparan

BBC Magazine - detikNews
Jumat, 29 Jul 2016 15:00 WIB
Puluhan Hewan di Kebun Binatang Venezuela Mati Kelaparan
Jatah daging untuk makanan singa dan harimau di kebun binatang Caricuao di Caracas dikurangi.
Caracas -
Sekitar 50 hewan di salah satu kebun binatang utama Venezuela dilaporkan mati karena kelaparan. Dalam enam bulan terakhir, mereka mengalami kekurangan makanan kronis.

Seorang pemimpin serikat karyawan di taman negara itu, Marlene Sifontes mengatakan kepada kantor berita Reuters beberapa hewan menghabiskan waktu dua pekan tanpa makanan sebelum mereka tewas.

Dia mengatakan singa dan harimau di kebun binatang di Caracas diberi makanan mangga dan labu untuk mengganti jatah daging mereka.

Pejabat pemerintah telah membantah kematian akibat kekurangan makanan. Di kota-kota lain kebun binatang dilaporkan berada dalam kondisi lebih buruk.

Mereka bahkan meminta sumbangan buah, sayuran dan daging dari para pebisnis setempat.

Caracas Zoo1

Beberapa hewan di kebun binatang Caracas dilaporkan tidak makan selama berminggu-minggu.

Caracas Zoo2

Direktur kebun binatang di kota Paraguana mengatakan tiga hewan mati di kebun binatang itu pada bulan Mei.

Tapir Caracas Zoo

Seorang karyawan berjalan dengan tapir di kebun binatang Paraguana.

Bear caracas zoo

Kebun binatang Paraguana mengatakan mereka membutuhkan 16 kg makanan untuk enam ekor beruang setiap hari.

Marlene Sifontes, pimpinan serikat karyawan taman nasional, mengatakan, "Cerita tentang hewan di Caricuao adalah sebuah metafora atas penderitaan Venezuela."

Venezuela telah berada dalam cengkeraman krisis ekonomi parah yang telah menyebabkan kekurangan pangan dan penjarahan secara periodik.

Presiden Nicolas Maduro menyalahkan masalah-masalah negara pada apa yang dia katakan "perang ekonomi" yang dilancarkan oleh para pengusaha dan lawan-lawan pemerintah.

Sementara lawan-lawannya menyalahkan krisis pada pemerintah yang dianggap salah urus ekonomi dan terlalu bergantung pada minyak, yang harganya telah jatuh.

(nwk/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads