Afghanistan Berkabung atas Korban Serangan Bom Bunuh Diri

Afghanistan Berkabung atas Korban Serangan Bom Bunuh Diri

BBC World - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 11:08 WIB
Jakarta -

Serangan bom bunuh diri dilakukan di tengah aksi protes yang dilakukan oleh kelompok minoritas Hazara Syiah.

Afghanistan memperingati hari berkabung nasional setelah bom bunuh diri pada sebuah aksi protes di ibu kota, Kabul, yang menewaskan 80 orang dan melukai 230 lainnya.

Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam, atau ISIS, sudah mengatakan bahwa mereka adalah pelaku serangan terhadap kelompok minoritas Hazara Syiah pada Sabtu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidato di televisi, Presiden Ashraf Ghani sudah berjanji untuk membalas aksi mereka yang bertanggungjawab.

Misi PBB di Afghanistan mengatakan bahwa serangan tersebut adalah "kejahatan perang".

Tadamichi Yamamoto, kepala misi bantuan PBB, mengatakan bahwa para penyerang secara spesifik menyasar warga sipil dalam jumlah besar.

Pada Sabtu, kantor berita yang terkait ISIS, Amaq, mengatakan bahwa dua pejuang meledakkan sabuk bom di "perkumpulan Syiah" di alun-alun Deh Mazang.

Koresponden mengatakan bahwa pernyataan tersebut mengindikasikan niatan untuk menghidupkan perjuangan sektarian.

Aksi bom bunuh diri yang diklaim ISIS tersebut menewaskan 80 orang dan melukai 230 lainnya.

Ribuan orang dari minoritas Hazara sedang memprotes jalur pembangkit listrik baru yang, menurut mereka, rutenya melewati provinsi-provinsi tempat kebanyakan mereka tinggal.

Taliban mengecam serangan itu.

ISIS ada di Afghanistan timur, namun ini pertama kali mereka mengakui melakukan serangan di ibu kota.

Sumber intelijen Afghanistan mengatakan pada BBC bahwa komandan ISIS bernama Abo Ali sudah mengirim tiga jihadis dari distrik Achen di provinsi Nangarhar untuk melakukan serangan di Kabul tersebut.

Kementerian dalam negeri mengatakan bahwa hanya satu penyerang yang bisa meledakkan sabuknya. Sabuk penyerang kedua gagal meledak, dan penyerang ketiga tewas oleh petugas keamanan, menurut sumber itu.

(nrl/nrl)


Berita Terkait